oleh

Puncak Kemarau dan Angin Kencang, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah

CIREBON – Angin Kumbang masih akan berhembus kencang wilayah III Cirebon, dalam beberapa hari kedepan.

Dari rata-rata kecepatan angin mencapai 41 km/jam, tapi setelah tiba di Cirebon bertambah menjadi 56 km/jam.

Angin ini berpotensi menimbulkan bahaya pohon tumbang dan tubuh yang gampang sakit.

Forecaster BMKG Kertajati Ahmad Faa Idzyin mengatakan peningkatan kondisi kecepatan angin di Wilayah III Cirebon hari ini dan beberapa hari kedepan disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan.

Kecepatan angin bertambah, dipengaruhi juga oleh faktor lokal, yakni angin yang menabrak Gunung Ciremai. Yang semula 41 km/jam meningkatkan menjadi 56 km/jam dan masih berlangsung untuk dua hari kedepan. Perlu diwaspadai, tinggi gelombang di perairan pantura bisa lebih dari 1,5 meter.

Untuk suhu udara berkisar antara 21 hingga 35 derajat celsius.

Musim kemarau dan angin kencang ini membuat penguapan air semakin cepat. Sungai dan irigasi menjadi cepat kering dan tidak mampu mengairi sawah. Sehingga kekeringan ekstrem terjadi dibeberapa wilayah yang merupakan kantong pertanian.

Musim kemarau ini juga menimbulkan terjadinya titik panas (hot spot).

Berdasarkan sensor modis BMKG, sebaran hot spot ini berada di wilayah Kabupaten Cirebon yakni Kecamatan Astanajapura, Bandung, Garut, Pangandaran dan sejumlah titik di Sukabumi.

“Untuk itu di musim kemarau dan angin kencang ini, terutama wilayah yang ada hot spot agar tidak melakukan aktivitas membakar sampah,” tandasnya.

Kebakaran lahan, beberapa hari terakhir melanda sejumlah wilayah. Lahan kosong di depan Perumahan PDK Jl Terusan a Pemuda sempat terbakar, Kamis malam (23/8).

Kemudian hari ini, kembali terjadi pembakaran lahan pertanian tebu di Desa Waruduwur, Kabupaten Cirebon.

Luasnya area yang terbakar dan lokasi yang berdekatan dengan jalur kereta api serta Stasiun Waruduwur, sempat dikhawatirkan mengganggu perjalanan kereta api. (ade)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed