Pusaka KNPI Bahas Soal PDAU

HADIRI HARLAH: Ratusan warga memadati ampiteather yang berada di Taman Kota Kuningan saat pembahasan PDAU, Minggu malam (21/7). FOTO: Agus Panther/Radar Kuningan
HADIRI HARLAH: Ratusan warga memadati ampiteather yang berada di Taman Kota Kuningan saat pembahasan PDAU, Minggu malam (21/7).FOTO: Agus Panther/Radar Kuningan

KUNINGAN –Puncak peringatan harlah ke 46 KNPI yang dikemas dalam Pusaka (Pusat Kajian Pemuda) DPD KNPI Kuningan di Amphi Teater Tamkot Kuningan, dapadati pengunjun, Minggu (21/7) malam tadi. Kali ini, Pusaka membahas soal Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) yang kini tengah diterpa isu tak sedap.

“Malam ini adalah puncak rangkaian Harlah KNPI ke-46 tahun, salah satunya kita adakan Pusaka (Pusat Kajian Pemuda). Pusaka ini sebagai ruang untuk membahas isu-isu daerah yang tengah ramai diperbincangkan,” kata Ketua DPD KNPI Kuningan Masuri saat memberikan keterangan persnya, Minggu (21/7).

Dalam momentum Harlah KNPI ini, tema yang diangkat dalam Pusaka yaitu tentang Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Kuningan. Dipilihnya soal PDAU bukan tanpa dasar, karena perusahaan daerah ini kerap menjadi perbincangan hangat akibat masih kecilnya kontribusi PAD yang diberikan.

“Sejak 2009, pemerintah daerah secara resmi menetapkan Perda nomor 8 tahun 2009 tentang pendirian PDAU. Selanjutnya ada Perda nomor 25 tahun 2010 tentang penyertaan PDAU, kemudian diubah kembali menjadi Perda nomor 27 tahun 2013 tentang hal yang sama yakni penyertaan modal,” ungkap Masuri.

Dia menyebutkan, bahwa anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah daerah untuk keberlangsungan PDAU mencapai miliaran rupiah. “Mohon maaf dan bisa dikoreksi jika salah, baik modal pendirian maupun penyertaan modal itu totalnya kurang lebih sekitar Rp6,5 miliar.

Belum lagi dalam amanah Perda nomor 27 tahun 2013, bahwa pemerintah daerah mencanangkan penyertaan modal sebesar Rp17,3 miliar. Jika diakumulasikan dengan biaya sebelumnya, maka cukup luar biasa mencapai Rp20 miliar lebih,” bebernya.

Jika melihat anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah, Ia menilai, bahwa PDAU masih memprihatinkan dari sisi kontribusi PAD. “Namun posisi kami di KNPI berada di tengah-tengah, karena itu kami memfasilitasi, sifatnya fasilitator untuk kita berdiskusi. Semoga PDAU ini memang kembali kepada fitrahnya, menjadi penyumbang bagi PAD Kuningan,” harapnya

Sementara Bupati H Acep Purnama SH MH menyampaikan, apresiasi atas kegiatan KNPI yang dikemas dalam Pusaka KNPI dan Expo Karya Pemuda bagi UMKM Kuningan.

“Saya apresiasi kepada jajaran pengurus KNPI dan organisasi pemuda di Kuningan, yang ikut andil dalam pembangunan daerah. Selamat merayakan Hari Ulang Tahun KNPI yang ke-46, KNPI jaya,” tandasnya.

Menurutnya, dalam konteks pembangunan daerah, peranan pemuda atau KNPI haruslah dioptimalkan. Hal itu dalam rangka menyongsong kemajuan Kabupaten Kuningan pada masa yang akan datang. “Yakni mewujudkan Kuningan yang Maju, Makmur, Agamis, dan Pinunjul Berbasis Desa tahun 2023. Jika ingin Indonesia menjadi lebih baik, maka perbaikan itu yang utama ada di tangan pemuda, perbaikan itu akan tegak dari tangan pemuda dan dari pemuda,” pungkasnya. (ags)