Puting Beliung Rusak Dua Rumah

Pemdes Babakan Kareo For Radar Majalengka

MAJALENGKA–Bencana puting beliung terjadi di wilayah Rajagaluh dan sekitarnya, Minggu (17/2). Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di Desa Babakan Kareo, Kecamatan Rajagaluh sekitar pukul 17.00 saat hujan turun di wilayah tersebut.

“Hujan datang cukup deras disertai angin sangat kencang. Masyarakat di sini berhamburan keluar dan ketakutan karena melihat angin kencang,” kata Kepala Desa Babakan Kareo, Kecamatan Rajagaluh, Engkos Baskara.

Engkos menuturkan, peristiwa yang terjadi di Blok Wage RT 07 RW 04 tersebut mengakibatkan tiang listrik serta beberapa pohon tumbang menimpa dua rumah warga yakni milik Ucup (40) dan Ali (59). Rumah milik Ucup tertimpa tiang listrik sementara kediaman Ali tertimpa pohon Melinjo. Kerugian sendiri ditaksir Rp8 juta di dua rumah tersebut.

Terkait tiang listrik yang tumbang, aliran listrik di wilayah tersebut sempat padam saat proses evakuasi tiang yang menima rumah Ucup. Sekretaris Apdesi kabupaten Majalengka ini menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BPBD dan PLN, hari ini akan dilakukan pemasangan tiang listrik agar seperti sedia kala.

“Tiang itu baru sebatas dievakuasi. Rencananya berdasarkan komunikasi dengan PLN, penggantian tiang listrik besok (hari ini, red),” pungkasnya.

Terpisah, petugas forecaster BMKG kelas III Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn menjelaskan Februari merupakan puncak musim hujan. BMKG kelas III, Jatiwangi memprediksi dari almanak prediksi zona dengan intensitas curah hujan yang diterbitkan kondisinya berada pada hujan lebat atau diatas 300 mm per bulan.

“Dari alat prediksi pihak kami, intensitas curah hujan terpantau 300 mm per bulan. Hujan juga sudah merata di beberapa daerah termasuk Kabupaten Majalengka,” jelasnya.

Dia mengungkapkan memasuki puncak musim hujan, ancaman angin besar dan sambaran petir disinyalir masih terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati.

Masyarakat harus tetap selalu waspada dengan kondisi cuaca seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang, puting beliung. Pada puncak musim hujan ini juga bisa berpotensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan lainnya. (ono)