Ragam Usulan Warga Pemanfaatan Kolong Flyover Pegambiran

Kendaraan melintas di bawah Fly Over Pegambiran yang memberi kesan kumuh. FOTO:OKRI RIYANA/KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Kendaraan melintas di bawah Fly Over Pegambiran yang memberi kesan kumuh. FOTO:OKRI RIYANA/KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Fly Over Pegambiran menjadi bagian penting bagi transportasi Kota Cirebon. Ia memberi kesan metropolitan, begitu menjejak masuk kota ini. Tapi tidak demikian dengan kehidupan di bawahnya. Yang memberi kesan kekumuhan.

Dua pekan terakhir, wartawan koran ini mendapat banyak contoh dari kota lain. Tentang bagaimana mereka memanfaatkan secuil ruang. Demi kenyamanan warganya. Termasuk kolong-kolong jalan layang. Yang pertama, sebuah panggung terbuka di bawah Fly Over LRT Palembang. Lokasinya tak begitu jauh dari Jembatan Ampera. Di panggung ini, anak-anak muda mementaskan kreasinya.

Tak sampai sepekan. Contoh lainnya, melenggang di depan tatapan mata. Sebuah Taman Baca di bawah Fly Over Ciputat. Begitu menarik desainnya. Dengan rumput sintetis dan undakan. Anak-anak bebas berlarian. Membaca buku, di sudut-sudut yang begitu nyamannya.

Lorong ini seolah menjadi oase di tengah bisingnya jalanan di kanan, kiri, juga lalu lalang kendaraan di atasnya. Lain lagi dengan Fly Over Slipi. Di sini, bisa dijumpai sebuah skate park yang cukup representatif. Jadi tempat kumpulnya pehobi olahraga ekstrem.

Nah, dengan contoh-contoh di kota lain. Rasanya tidak salah dan tidak berlebihan bila warga RW 10 Pegambiran, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, mengeluhkan kondisi kolong Fly Over Pegambiran yang terkesan kumuh. Di lahan kosong itu digunakan beragam aktivitas yang tidak tertata. Bermunculam juga bangunan semi permanen. Beberapa tidak berpenghuni.

Ketua RW 10 Pegambiran, Junaedi bingung dengan pengelolaan lahan di bawah jalan layang tersebut. Lantaran itu pula, warga tidak berani untuk melakukan tindakan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebetulnya pernah turun melakukan penertiban.

Tapi hanya sebagian saja yang disentuh. “Sebetulnya sudah pernah ada obrolan penataan di bawah fly over. Malah sama pak lurah sebelumnya. Tapi belum ada lagi kelanjutanya,” kata Junaedi, kepada Radar, Minggu (14/4).

Sebagai warga di sekitar kolong fly over, tentu tidak berlebihan mengharapkan lahan itu dipakai untuk sesuatu yang bermanfaat. Setidaknya menghilangkan kesan kumuh. Syukur bila dibuat lebih estetik dengan taman ataupun fasilitas publik lainnya.

Tapi, Junaedi menyebutkan, penataan di kawasan itu bakal tidak mudah. Ada pihak-pihak yang menyewakan lapak di bawah fly over. Sebagaian pedagang di situ, ialah warga RW 10 Pegambiran. Sisanya masyarakat pendatang. Nah, untuk pedagang warga setempat, ia yakin bisa diajak dalam penataan. “Dari pengurus RW inginya ada penataan. Sudah lama. Kami ingin di situ lebih bersih dan tertib,” tuturnya.

Keinginan ini, kata dia, sebagaimana program yang tengah digalakkan oleh pemerintah kota, yakni Cirebon sehat, hijau dan tertib. Warga juga sepaham. Menginginkan kolong fly over dijadikan ruang publik sebagaimana di kota-kota besar lainya. “Kalau ditata, pedagang tetap boleh berjualan. Tapi tempatnya ditata. Supaya kelihatanya lebih tertib. Bisa dibikin taman atau pojok baca misalnya. Harusnya sih bisa,” ungkapnya. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait