Ramadan, Omzet Pedagang Timun Suri Meningkat

OMZET MENINGKAT: Pedagang timun suri sedang melayani pembeli di pinggir jalan Jatibarang-Indramayu, (15/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
OMZET MENINGKAT: Pedagang timun suri sedang melayani pembeli di pinggir jalan Jatibarang-Indramayu, (15/5).FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Bulan Ramadan menangguk berkah bagi pedagang timun suri. Pasalnya, omzet para pedagang meningkat drastis di bulan puasa ini. Timun suri ini merupakan salah satu bahan wajib campuran menu es buah di saat berbuka puasa.

Salah seorang timun suri, Jai (52) mengatakan omzet jualan timun surinya selama bulan Ramadan sangat menggembirakan.

Dalam sehari, Jai dapat meraup Rp200 ribu, dan mampu menjualnya lebih dari 30 kg, dengan harga Rp6.000 sampai Rp7.000 per kilogram. “Harganya juga sedang bagus, sampai Rp7.000 per kilonya, tergantung ukuran dan kualitas timunnya,” ujarnya.

Terkait pembelinya, Jai mengaku, kebanyakan konsumen yang datang merupakan penjual minuman olahan es untuk berbuka puasa, dan ibu rumah tangga yang ingin membuat menu berbuka es buah, dengan timun suri sebagai bahan buah tambahan.

“Lebih banyak pedagang minuman es buah, sekarangkan banyak pedagang menu berbuka di pinggiran jalan, termasuk es buah timun suri,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Warlia (48) mengatakan, permintaan timun suri di kalangan masyarakat saat puasa terus meningkat.

“Banyak konsumen rata-rata beli itu di atas 1 kilogram, jadi paling kita sedia perharinya di atas 25 kilo ya habis, kita belanja lagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Erna (34) mengatakan, setiap hari mampu menghabiskan 3 kg timun suri sebagai bahan es buah olahan untuk dijual sebagai menu takjil.

“Selama puasa, paling banyak menghabiskan 3 kilogram per harinya. Tapi, kalau ada yang pesan untuk acara buka puasa, ya saya tambah lagi timunnya, karena timun suri sudah jadi buah yang khas saat berbuka puasa,” pungkasnya. (oni)