Ramai-ramai Warga Cari Ikan di Bendung Rentang

RAMAI-RAMAI-CARI-IKAN-DI-BENDUNG-RENTANG
TANGKAP IKAN: Masyarakat sekitar bendung Rentang beramai-ramai mencari ikan saat proses pengeringan berlangsung. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Ratusan warga yang tinggal di sekitar Bendung Rentang Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, beramai-ramai mengambil ikan di saluran yang sedang dikeringkan. Tidak hanya warga sekitar, warga dari luar daerah banyak yang ikut memanfaatkan.

Salah seorang warga, Jejen Zaenal Arifin mengatakan, umumnya warga yang datang itu sama-sama berprofesi sebagai pencari ikan. Kedatangan mereka sejak pagi sambil membawa jala dan karung untuk wadah tangkapan ikan. Hasil yang didapat pun cukup lumayan.

Dijelaskan, terhitung hari ini hingga tiga hari kedepan saluran Cipelang dan saluran Sindupraja Bendung Rentang dikeringkan. Pengurasan saluran induk tersebut dimanfaatkan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari ikan. Mereka beramai-ramai datang ke bendungan tersebut.

“Saya sudah dua hari ini memanfaatkan kondisi sungai Sindupraja surut. Banyak warga setempat sekadar mencari ikan dan keong. Hasilnya pun lumayan,” ujarnya.

Menurut Jejen, dalam sehari dirinya mampu mendapatkan 2,5 karung keong hijau. Banyak juga warga dari berbagai daerah datang untuk mencari ikan. Misalnya dari daerah Cirebon, Indramayu dan wilayah Majalengka timur.

Beberapa ikan di antaranya jenis gabus, nila, betok, Lele dan jenis ikan kecil lainnya. Ikan hasil tangkapan ini biasanya dijual ke rumah makan seharga Rp 20 ribu sampai dengan Rp 23 ribu per kilogramnya.

Warga lainnya, Eman Sulaeman mengaku bersama warga lainnya sudah menunggu proses pengeringan sejak dua hari ini. Bersama ratusan warga lainnya telah menyiapkan peralatan untuk menangkap ikan di saluran yang akan dikeringkan.

Warga yang berprofesi menangkap ikan biasanya dengan cepat mendapatkan informasi rencana pengeringan bendung rentang beberapa hari sebelum pelaksanaan.

“Sehingga para nelayan atau warga lain sengaja datang ke lokasi hanya untuk menangkap ikan. Beberapa ikan hasil tangkapan biasanya langsung dibeli warga yang datang hanya sekadar menonton,” imbuhnya.

Sementara itu, petugas pintu air Bendung Rentang, Yoyo menambahkan banyaknya warga yang mencari ikan tersebut biasa terjadi setiap tahun ketika dilakukan pengurasan saluran air. Tahun kemarin, saluran Cipelang dan tahun ini giliran Sindupraja.

Puluhan tenda bahkan sering didirikan di pinggir saluran air, atau ketika proses pengeringan akan dilakukan.

“Mereka datang dari mana-mana hanya sengaja untuk menangkap ikan. Proses pengeringan ini juga banyak disaksikan sejumlah masyarakat dari berbagai daerah,” bebernya. (ono)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait