Rangganis akan Bantu Warga Jabar

f - rangganis (3)
DIRESMIKAN: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Ketua Jabar Bergerak Atalia Praratya Kamil meresmikan Rumah Singgah Humanis (Rangganis) yang beralamat di Jalan Wastukencana No 73 Kota Bandung untuk membantu para pasien RSHS asal daerah yang membutuhkan perawatan medis lanjutan.FOTO: MOHAMAD JUNAEDI/radar cirebon

BANDUNG – Bagi keluarga tidak mampu dari seluruh pelosok Jawa Barat, sekarang tidak perlu khawatir apabila hendak menjalani pengobatan rujukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pasalnya, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) saat ini sudah menyediakan Rumah Singgah Humanis (Rangganis) sebagai tempat singgah para pasien secara gratis.

Dengan menggandeng komunitas Jabar Bergerak dan para donatur, Rangganis akan melayani pasien dengan berbagai fasilitas pendukungnya.

Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Rangganis merupakan sebuah solusi yang dihadirkan oleh Pemdaprov Jabar untuk membantu masyarakat yang selama ini kebingungan apabila mendapatkan rujukan berobat di RSHS. Khususnya pasien kanker dan cuci darah. Pasalnya, mereka harus merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya transportasi dan penginapan.

“Kalau harus pulang, terlalu jauh, 4 sampai 8 jam. Padahal, mereka harus mengikuti terapi pengobatan di hari berikutnya. Biasanya, kesusahan tidak punya uang untuk menginap di hotel, atau kalau menggelandang juga tidak baik bagi pasien.

Kami hadirkan sebuah solusi, datang ke tempat ini gratis. Nanti hari esoknya datang ke Hasan Sadikin untuk berobat sampai selesainya kemudian kembali ke daerahnya. Mudah-mudahan kehadiran Ini bisa memberikan manfaat,” katanya usai meresmikan Rengganis yang berada di Jalan Wastukencana Nomor 73 Kota Bandung, kemarin (20/8).

Pria yang biasa disapa Emil ini juga mengatakan, keberadaan Rangganis merupakan bentuk kehadiran negara dari hasil mendengarkan curhatan warganya. “Kami mencoba memanfaatkan aset negara, kemudian direnovasi selama 45 hari dengan mengajak semua pihak untuk ikut bergerak. Yang tidak punya uang, bergerak dengan tenaganya, yang tidak punya tenaga bergerak dengan hartanya,” katanya.

Disebutkan, di dalam Rangganis ini terdapat 28 tempat tidur untuk pasien laki-laki dan perempuan. Kemudian, ada fasilitas layanan psikososial untuk membantu mendampingi pasien sebagai teman curhat. “Tidak hanya tempatnya saja kita sediakan, tapi layanan curhat pun kita berikan, agar pasien termotivasi untuk penyembuhan sakitnya.

Inilah wajah Indonesia yang penuh solidaritas, sehingga warga nyaman dan bahagia tinggal di Jawa Barat,” ucap Emil.

Dia pun menjelaskan, kehadiran Rangganis adalah wujud dari penerapan model Pentahelix, yakni teori pembangunan yang melibatkan sejumlah elemen. “Pembangunan tidak harus meminta lagi dari pemerintah, siapa saja bisa. Ini bukti bisa semua berkolaborasi,” jelasnya.

Jika di dearah lain membutuhkan, model Rangganis ke depan bisa diterapkan. “Kalau nanti ada rumah sakit rujukan sekelas RSHS ada di daerah selain Bandung, pola yang sama diterapkan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dr Dodo Suhendar secara teknis menerangkan bahwa bagi masyarakat yang ingin mendapat layanan di Rangganis ini harus mendapatkan surat rujukan dari RSHS sebagai bukti pasien tersebut tengah berobat dan memerlukan tindakan medis lanjutan. “Nanti akan ada petugas dari RSHS yang memberikan rekomendasi,” terangnya. (jun)

Berita Terkait