oleh

Remaja Tewas Korban Tawuran Jagasatru Baru Keluar Rumah, Tidak Ikut Nongkrong

KETERANGAN berbeda disampaikan salah satu rekan korban yang terlibat dalam peristiwa tawuran. Remaja bernama Ahmad (bukan nama sebenarnya) tersebut menyebut jika korban awalnya tidak ikut nongkrong di lokasi kejadian.

“Indra di dalam rumah awalnya, jadi dia itu tidak ikut nongkrong,” kata Ahmad.

Ia mengatakan, korban kemungkinan keluar rumah karena mendengar suara keributan dan bunyi ledakan petasan. Ahmad juga menyebut rumah korban sejatinya cukup jauh dari lokasi kejadian. “Rumahnya dia (Indra, red) masuk gang,” ucap Ahmad.

Baca: Dua Kelompok Remaja Tawuran di Jagasatru, Warga Kuningan Tewas Dibacok

Ahmad mengingat, saat kejadian dirinya nongkrong bersama sekitar 6 temannya. Sedangkan korban tidak berada di lokasi kejadian.

Ahmad mengaku kerap berada di lokasi tersebut karena sekaligus untuk menjadi juru parkir. Sedangkan teman-teman lainnya ikut nimbrung.

Entah dari mana datangnya, korban tiba-tiba muncul dan menjadi sasaran pengeroyokan. Bahkan saat Ahmad melarikan diri dan bertemu korban sempat dikira dari pihak musuh.

“Kita kabur karena 25 orang lawan 7 orang kan pasti kalah, apalagi ada yang bawa celurit,” katanya.

Korban sendiri dikatakan Ahmad baru sekitar setengah tahun pindah ke Kuningan. Ia sebelumnya merupakan warga Jagasatru dan kerap bermain di sekitar Pasar Jagasatru.

“Dia pindah ikut keluarganya, tapi kemarin lagi main ke sini,” jelas Ahmad.

Ahmad sendiri mengaku mengenal beberapa pelaku. Wajah-wajah pelaku dikenalinya dari media sosial. Ada dua orang yang kenal. Meski tidak menyebutkan nama, ia mengungkap Inisial terduga pelaku yakni D dan E.

Sementara itu, di lokasi kejadian, Korisah merupakan pemilik warteg yang berada persis di depan posisi korban dikeroyok, mengaku hanya mendengar suara keributan. Ia tidak berani keluar warung dan memilih mengunci tempat usahanya dari dalam.

“Saya cuma dengar petasan, terus ribut-ribut. Tapi nggak berani keluar, saya kunci aja pintunya, masih ada orang makan juga di sini,” ujar Korisah.

Adapun mengenai sosok korban, warga sekitar kawasan Pasar Jagasatru sangat familier dengan nama Indra. Ini karena korban memang kerap terlihat bermain bersama teman sebayanya di sekitar pasar.

“Dia memang sering Ke sininya, kadang main PS (playstation, red). Setahu saya dia hanya lulus SMP dan tidak lanjut sekolah,” kata salah seorang pengemudi becak di depan Pasar Jagasatru. (day)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed