Revolusi Industry 4.0 Jangan Sampai Pekerja Jadi Korban

Jajaki Kerja Sama Dengan Pesantren, Kadin dan KSPSI kunjungi Buntet Pesantren

KERJA SAMA : Rombongan Kadin dan KSPSI berkunjung ke Buntet Pesantren jajaki kerjasama smbut revolusi industry 4.0 FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
KERJA SAMA : Rombongan Kadin dan KSPSI berkunjung ke Buntet Pesantren jajaki kerjasama smbut revolusi industry 4.0FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut datangnya revolusi industri 4.0 tidak bisa dielakan.

Menurutnya, seiring dengan kemajuan tekhnologi,  masuknya tekhnologi otomatis dan robotika menjadi hal yang lumrah diera modern seperti saat ini.

“Namun yang harus jadi catatan adalah bagaimana penyederhanaan pekerjaan. tersebut tidak merenggut dan menghabisi pekerja kita, tapi revolusi industri tidak bisa kita hindari, “ujarnya.

Menurutnya, gaung dan dampak revolusi industri sudah mulai dirasakan sekitar dua tahunan yang lalu dimana banyak terjadi penyederhanan terutama di industry textile dan manufacture seperti otomotif  yang sudah banyak menggunakan tenaga mesin otomatis.

“Ini yang harus kita antisipasi,  jangan sampai kehadiran mesin mereduksi SDM kita,  kehadiran mesin harus membantu,  ini sudah terjadi diluar Negeri, ada yang jumlah pekerjanya 1000 jadi cuma 100, dari yang 100 tinggal 10 orang,”imbuhnya.

Secara umum menurut Andi,  SDM di Indonesia secara umum baru beranjak kearah revolusi 4.0 . Oleh karena itu harus di upgrading dan upskill baik melalui pemerintah ataupun swasta.

Termasuk dengan peningkatan dan synchronize kurikulum di tingkat SMK dengan industry 4.0.

“Kalau saya lihat Indonesia baru mengarah kesana. Jadi kondisi saat ini kita otomatis belum siap, butuh waktu dan dibarengi upaya bersama -sama menuju kesana , termasuk kunjungan ke Buntet Pesantren saat ini sebagai salah satu upaya menuju kesana,”jelasnya.

Sementara itu,  Waketum Kadin Arsjad Rasjid saat ditemui Radar Cirebon di komplek Buntet Pesantren menuturkan Kadin melihat pesantren punya potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam dunia usaha.

Oleh karena itu, saat ini Kadin sedang mendalami dan melihat potensi apa saja yang bisa dikerjasamakan dengan Pesantren.

“Pesantren sangat Bagus dalam menyiapkan SDM, saya yakin pesantren bisa jadi motor,  kita akan coba jajaki kerjasama,  insya allah realisasinya dalam waktu dekat,”ungkapnya. (dri)