Ribuan Kotak Suara di Kabupaten Cirebon Rusak

kotak-suara-rusak
DIJEMUR: Gudang logistik yang disewa KPU Kabupaten Cirebon di Plumbon kemasukan air saat hujan deras mengguyur pada Jumat malam (8/2). Akibatnya ribuan kotak suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 basah dan rusak. Foto: Deny Hamdani/ Radar Cirebon

CIREBON – Ribuan kotak suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 mendatang mengalami kerusakan akibat basah terkena air hujan. Hal tersebut terjadi lantaran gudang logistik yang disewa KPU di Plumbon kemasukan air, saat hujan deras mengguyur pada Jumat malam (8/2).

Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Saefudin Jazuli kepada Radar mengatakan, kejadian kotak suara terkena air hujan di luar dugaan. “Kejadiannya di luar dugaan. Selama ini kan kita sudah menggunakan gudang ini sudah lama,”ujarnya.

Saefuddin mengatakan, air hujan masuk melalui celah pintu-pintu gudang. “Ternyata memang curah hujan tinggi, mengakibatkan air masuk melalui celah-celah yang sebenarnya menurut kita sudah terantisipasi. Ada celah 5 cm di pintu-pintu gerbang yang besar ini. Melalui celah itu air masuk kemudian mengenai tumpukkan kotak suara yang sudah kita set,” ungkapnya.

Kotak suara yang basah tersebut adalah tumpukkan kotak suara pada bagian bawah. “Ini kan sudah kita dirikan semua. Ada lima tumpukan, jadi bagian bawahlah yang kena dampaknya. Basah agak melempem kaya kerupuk yang kena air,” ujarnya.

Pihaknya pada Sabtu pagi langsung mengambil tindakan dengan memindahkan kotak suara yang masih utuh ke gudang lain. “Yang basah langsung kita jemur. Kita hitung berapa yang harus diganti atau cukup dengan perbaikan. Yang kondisinya baik kita pindahkan, karena gudang ini sudah diketahui mempunyai potensi masalah. Kita pindahkan ke gudang yang lebih aman,” tuturnya.

Ada sekitar 14.745 kotak suara yang telah disusun dan dibentuk kotak dalam minggu ini. “Kotak suara sudah diset untuk per-TPS. Kita akan alihkan ke gudang yang lebih aman. Yang sudah diset didirikan dan dalam bentuk kotak itu ada 14.745 buah. Ini masih separuhnya dari jumlah TPS yang ada,” bebernya.

Saefuddin belum bisa memastikan ada berapa jumlah kotak suara yang mengalami kerusakan. “Kita belum pastikan berapanya karena lagi proses menjemur. Yang jelas ribuan,” tuturnya.

Saefuddin menerangkan, sebelumnya di gudang tersebut tidak ada kejadian-kejadian seperti kerusakan logistik akibat hujan ataupun lainnya. “Ini gudang pilkada. Selama ini tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang petugas yang ikut membereskan kotak suara yang enggan disebutkan namanya, mengatakan saat ini masih dalam tahap penghitungan jumlah kotak suara yang rusak. “Sekarang yang terhitung baru di angka ratusan,”akunya.

Namun dirinya memrediksi, ada ribuan kotak suara yang kondisinya basah dan rusak. “Yang basah di bagian bawah, ada sekitar 20 persen dari 14 ribu kotak yang telah disusun,” ungkapnya. (den)