Ribut dengan Istri, Gandul Siram Bensin Anak dan Mertua Niat Dibakar

BH alias Gandul ditahan di Mapolsek Plered. FOTO:POLSEK PLERED FOR RADAR CIREBON
BH alias Gandul ditahan di Mapolsek Plered.FOTO:POLSEK PLERED FOR RADAR CIREBON

CIREBON-Asmira tak henti-henti bersyukur. Wanita 60 tahun itu selamat dari upaya pembunuhan. Dua cucunya, Ganda Wira (8) dan Septiano Firdaus (7), juga selamat. Mereka nyaris dibakar oleh BH alias Gandul (33). Padahal Gandul ini orang tua (ayah) Ganda Wira dan Septiano Firdaus. Menantu dari Asmira.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, peristiwa perencanaan pembunuhan itu berawal dari pelaku berselisih dengan istrinya bernama Tusina (33) yang sedang bekerja sebagai TKI. Setelah perselisihan itu, Tusina tidak lagi mentransfer uang ke Gandul. Bahkan kedua anak mereka akhirnya diasuh orang tua Tusina, Asmira.

“Awal perselisihan pelaku dan istrinya pada akhir bulan Februari 2019. Setelah itu, dua anak mereka diambil oleh ibu Asmira atau mertua dari Gandul. Setelah itu, Tusina tak lagi trasfer uang ke Gandul, tapi ke orang tuanya. Dia transfer uang untuk jajan anaknya,” ujar Kapolsek Plered AKP Budi Hartono.

Selang sekitar 3 minggu kemudian atau pada Sabtu (16/3) pasangan suami istri itu kembali berselisih via telepon seluler. Dalam perselesian itu, pelaku sempat mengancam ke istrinya akan membunuh kedua anaknya. Ancaman itu pun membuat Tusina ketakutan, sehingga langsung menghubungi keluarganya untuk waspada terhadap Gandul yang sudah mengancam akan membunuh anak mereka.

Gandul rupanya serius. Dia pun merencanakan aksi tersebut. “Pelaku pada Sabtu (16/3) merencanakannya dengan membeli bensin sebanyak 2 kali di tangki motor. Kemudian bensin itu kembali diambil dari tangki motor untuk dimasukkan ke dalam jeriken sebagai persiapan aksi,” papar kapolsek.

Rupanya, sambung kapolsek, pelaku sudah membaca situasi rumah mertuannya. Saat mertua laki-laki yang bernama Kasira keluar rumah pada Minggu malam (17/3) sekitar pukul 21.15 WIB, lalu ada Asmira, Ganda Wira, dan Septiano Firdaus tidur di ruang tengah. Gandul pun melancarkan aksinya dengan mengunci semua pintu rumah. Ia kemudian menyiramkan bensin sebanyak 4 liter ke tubuh dua anakanya dan Asmira.

Nah, beruntung saat pelaku sedang menumpahkan bensin, ternyata ada Andika Pratama (kerabat, red) di dalam kamar. Andika mendengar Asmira sempat teriak karena matanya perih disiram bensin. Andika yang sudah dikasih tahu sebelumnya bahwa ada ancaman dari Gandul, langsung lari mendorong pelaku ke tembok,” jelas kapolsek.

Suasana pun ramai. Tetangga sekitar dan Kasira yang di luar rumah pun berdatangan dan mendobrak pintu rumah. Pelaku pun segera diamankan dan digelandang dan diserahkan ke Mapolsek Plered. “Kini pelaku masih kami tahan dan akan dititipkan ke Rutan Klas 1 Cirebon,” terang kapolsek.

Soal kenekatan pelaku, kapolsek mengatakan masih terus melakukan pendalaman. “Yang jelas pelaku ini sudah melakukan pembunuhan berencana dengan menyiapkan bensin dan korek api sehari sebelum kejadian,” pungkas kapolsek. (cep)