Ridwan Kamil Minta Kadin Bisa Bersinergi dengan Pemerintah

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita memukul gong tanda dibukanya Musprov Kadin Jabar di Hotel Aston Cirebon. FOTO:DENY HAMDANI/ RADAR CIREBON
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita memukul gong tanda dibukanya Musprov Kadin Jabar di Hotel Aston Cirebon.FOTO:DENY HAMDANI/ RADAR CIREBON

CIREBON-Ridwan Kamil meminta agar Kamar Dagang Industri (Kadin) Jawa Barat bisa bersinergi mewujudkan program Saudagar Jabar. Adanya Saudagar Jabar ini diharapkan gubernur Jawa Barat tersebut, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal itu diungkapkan RK, sapaan Ridwan Kamil usai membuka Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Jawa Barat VII di Hotel Aston Cirebon, Kamis (7/2). Kepada Radar Cirebon, RK mengatakan, program Saudagar Jabar jadi prioritas. “Program tersebut adalah komitmen kami agar peluang-peluang ekonomi didahulukan untuk pengusaha di Jawa Barat,” ujarnya.

RK menyebut, ke depan, perekonomian Jabar diprioritaskan kepada tiga wilayah. Ketiganya adalah Kertajati, Patimban dan Cirebon. Jadi, nanti wilayah paling maju, paling luar biasa, ada di segitiga daerah tersebut,” ujarnya.

Jawa Barat, menurut RK, sangat berpotensi menjadi provinsi terbaik dalam pembangunan ekonomi. Sebab, sudah memiliki berbagai infrastruktur yang dapat menunjang roda perekonomian. “Infrastruktur akan terus kita optimalkan. Bandara baru di Sukabumi dan Pangandaran. Serta jalur kereta api akan melengkapi kekuatan Jawa Barat. Sehingga, secara umum, Jawa Barat juara realisasi investasi senilai Rp116 triliun,” tuturnya.

Ketiga wilayah tersebut, menurut Kang Emil, tengah dalam tahap perencanaan tata ruang dan wilayah. “Semester ini kita rancang. Tata ruangnya sedang didesain supaya berhasil menjadi contoh pertumbuhan yang sangat baik,”ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukito mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi utama dalam produksi barang eskpor. “Di tengah ketidakpastian global, kita harus pandai memanfaatkan peluang yang ada. Dan Jawa Barat sebagai kontributor tertinggi ekspor Indonesia,” ujarnya.

Enggar menyebut, adanya perang dagang saat ini, harus dibuat konsep perdagangan yang mampu bersaing dengan dunia luar. Menurut Enggar, keberadaan Kadin diharapkan bisa membuat konsep perdagangan sehingga mampu bersaing dalam perang dagang. Bagi Enggar, Kadin termasuk organisasi pengusaha yang dinaungi oleh undang-undang. “Kadin harus proaktif dalam mengembangkan perdagangan dan industry. Khususnya Jawa Barat,” tegasnya.

Enggar menjelaskan, sebenarnya ada beberapa kebijakan yang sebelum dikeluarkan oleh pemerintah pusat dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Kadin. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada Kadin.  Bahkan, presiden pun mengapresiasi masukan-masukan dari Kadin.

Pihaknya menegaskan, kondisi perekonomian global sudah semakin terbuka. Untuk itu, khususnya Provinsi Jabar, di mana dunia industri sudah 4.0, harus diimbangi oleh kemampuan pihak terkait. Termasuk Kadin. Apalagi, reaksi dunia kepada produk Indonesia seperti minyak sawit, yang bersinggungan dengan lingkungan, harus dilakukan perbaikan karena persaingan antarnegara sudah tidak dapat dibendung lagi.

Menteri kelahiran Cirebon ini berharap, kreativitas dan inovasi dari pengusaha di Jawa Barat harus terus  dilakukan. Termasuk membuat e-commers sebanyak USD55 miliar pada tahun 2020. “Maka dari itu, harus diantisipasi dengan memadukan antara online dan offline,” pungkas Enggar. (den)