Ridwan Kamil Tanggapi Pidato Kenegaraan Jokowi

RIDWAN-KAMIL-TANGGAPI-PIDATO-JOKOWI
TANTANGAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menyaksikan pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka HUT ke-74 RI di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (16/8). Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Pemprov Jabar

BANDUNG – Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Sidang Paripurna DPR-RI dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI, tersirat pesan bahwa seluruh elemen bangsa harus mampu menghadapi tantangan yang akan dihadapi Indonesia di masa yang akan datang.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai menyaksikan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia di dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Jumat (16/8).

“Salah satu tantangan bangsa Indonesia kedepan adalah menghadapi revolusi 4.0 yang mungkin menghilangkan pekerjaan tapi juga menghadirkan pekerjaan-pekerjaan baru. Tugas kita adalah harus menyiapkan sumber daya manusia. Kerja sama lembaga diperkuat, kemudian peraturan-peraturan dari pusat sampai daerah harus berkualitas sesuai dengan dinamika zaman,” ucapnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, juga mengatakan bahwa kualitas aturan yang diharapkan Presiden Jokowi sejalan dengan upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat melalui semangat reformasi birokrasi. “4.0 kita siapkan, bahkan kita ada rencana MoU membuat SMK 4.0 di Purwakarta, sedang kita siapkan sebagai prototype,” katanya.

Terkait rencana pemindahan ibu kota, Emil mengatakan bahwa tidak mempermasalahkan hal itu. Bahkan, pemindahan ibu kota mencerminkan Indonesia sentris.

“Tidak ada masalah, itu untuk kepentingan bangsa. Indonesia ini tidak boleh Jawa sentris, tapi harus Indonesia sentris. Maka dengan pesan pemindahan ibu kota, itu mengindikasikan semangat Indonesia sentris,” kata Emil.

Emil pun menegaskan bahwa Jawa Barat akan terus memainkan perannya dengan baik untuk masyarakat dan bangsa, meskipun ibu kota negara pindah ke Kalimantan.

“Jawa Barat mengikuti sejarah, pada saat menyangga ibu kota kita akan berperan dengan baik. Pada saat nanti Jakarta hanya sebagai pusat ekonomi bukan ibu kota lagi, kita juga akan menjalankannya dengan baik,” tegasnya. (jun)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait