Riset Media 2018: Jokowi Unggul Prabowo Populer

Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto di Beranda Istana Merdeka, Kamis (17/11). (Foto: Humas/Rahmat)

Joko Widodo menjadi calon presiden yang paling banyak dimuat berita sepanjang 2018 dengan total 103.031 pemberitaan atau 33 persen, mengungguli capres dan cawapres lain. Survei tersebut dilakukan PT Binokular Media Utama, salah satu perusahaan media monitoring dan riset media di Indonesia.

Riset dilakukan dalam kurun waktu 1 Juli sampai 31 Desember 2018. Setelah Jokowi, di posisi kedua ada Prabowo Subianto dengan total 86.904 pemberitaan atau 28 persen. Kemudian posisi tiga Sandiaga Salahuddin Uno dengan 63.200 pemberitaan atau 21 persen. Lalu posisi terakhir Ma’ruf Amin dengan 56.663 pemberitaan atau 18 persen.

Dalam siaran persnya Minggu (6/1/2019), riset kuantitatif ini Binokular menggunakan Newstensity sebuah tool monitoring big data dan analisa, yang menjangkau 682 media yang terdiri dari 289 media cetak, 366 media online serta 27 media elektronik nasional dan terintegrasi dengan media sosial.

Selain di jenis media konvensional online, cetak, elektronik, Capres Joko Widodo juga mendominasi di media sosial. Dari hasil monitoring Binokular di Twitter, Top Twitter Mention pada akun Jokowi mencatat jumlah terbanyak dengan 3.423.668 twit atau sekitar 51 persen dari jumlah semua mention capres cawapres.

Kemudian di posisi kedua Capres Prabowo Subianto dengan 2.331.885 twit atau 34 persen. Posisi ketiga Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno dengan 855.020 twit atau 13 persen. Posisi terakhir Cawapres Ma’ruf Amin dengan 138.119 twit atau 2 persen. 

Untuk partai politik, Partai Gerindra paling banyak diberitakan mengenai Pemilu 2019 dengan 27.327 pemberitaan. Kemudian di posisi kedua ditempati oleh Partai Demokrat dengan total pemberitaan sebanyak 26.160 berita atau 14 persen.

Untuk posisi ketiga, PKS dengan total pemberitaan sebanyak 23.259 berita atau 13 persen. Di posisi keempat diduduki oleh PAN dengan total pemberitaan sebanyak 19.310 berita atau 11 persen. Sedangkan pada posisi kelima, PDIP dengan jumlah pemberitaan sebanyak 16.487 berita atau 9 persen.

Meskipun pemberitaan capres/cawapres paling banyak adalah Joko Widodo, tapi dalam pemberitaan partai terbanyak dipegang Partai Gerindra yang notabene bukan partai pengusung.

Dari persebaran pemberitaan tiap bulannya, pemberitaan Partai Gerindra terbanyak pada Agustus yang dipicu pemberitaan koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra, kemudian berlanjut dengan pemberitaan deklarasi Capres-Cawapres dari Partai Gerindra yaitu Prabowo-Sandiaga Uno. Lalu diikuti juga dengan adanya isu kabar mahar yang diberikan oleh Sandiaga Uno.

Sementara untuk caleg yang paling banyak diberitakan adalah Fadli Zon dari Partai Gerindra dengan 5.321 pemberitaan. Kemudian di posisi kedua, Abdul Kadir Kading, Caleg PKB Dapil Jateng VI dengan 3.427 pemberitaan.

Untuk posisi ketiga adalah Oesman Sapta Odang, caleg DPD Kalbar dan Hanura dengan 2.597 pemberitaan. Lalu posisi keempat Andre Rosiade, Caleg Gerindra Dapil Sumbar I dengan 2.425 pemberitaan. Kelima adalah Ferdinand Hutahaean, Caleg Demokrat Dapil Jabar V dengan 1.974 pemberitaan.

Binokular pun menegaskan penyebutan nama-nama orang dan partai juga entitasentitas yang ada dalam siaran pers termasuk data-data ini tidak dimaksudkan untuk tujuan kampanye, melainkan sebagai penyampaian informasi dan analisis dari sudut pandang sistem monitoring pemberitaan kepada masyarakat. (*)