Riwayat Romahurmuziy dari Pernyataan yang Kontroversial hingga Jelang Rapat Besar PPP

Ketua Umum PPP Romahurmuziy. MI/M Irfan.

Kabar tentang penangkapan salah satu ketua umum partai politik tersebut dibenarkan oleh salah seorang penyidik KPK. Ketika dikonfirmasi ihwal penangkapan salah seorang ketua umum partai politik tersebut, penyidik KPK ini membenarkan. “Iya mas, (ditangkap) di Jawa Timur,” ujarnya.

Terlepas dari kasus hukum yang menjerat Romahurmuziy, politikus partai berlambang Ka’bah kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial.

Pernyataan Romahurmuziy yang menyinggung bekas Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, usai deklarasi pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Mahfud tersinggung dengan pernyataan Romahurmuziy yang menyebut dirinya mengukur baju untuk deklarasi cawapres atas inisiatif sendiri. Saat itu, Mahfud memang jadi salah satu nama yang digadang-gadang akan mendampingi Jokowi dalam Pilres 2019.

“Yang mungkin agak saya sedikit tersinggung justru pernyataan Ketua PPP Romi [Romahurmuziy] begitu keluar dari ruangan itu dia bilang: ‘Lho Pak Mahfud itu kan maunya sendiri, bikin baju sendiri, siapa yang suruh?’ wah saya agak tersinggung itu,” kata Mahfud dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan TV One.

Mahfud mengatakan, Romahurmuziy justru memastikan bahwa dirinya sudah final menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Mahfud mengingatkan Romahurmuziy untuk tidak bermain-main dengan ucapannya.

“Saya ingatkan. ‘Mas anda ini kok ngomongnya beda waktu ketemu saya. Jangan main-mainlah’ saya bilang,” kata Mahfud.

Namun Romahurmuziy membantah mengetahui Mahfud MD telah mengukur baju untuk deklarasi cawapres. Dia juga membantah telah mengarahkan Mahfud untuk datang ke restoran yang menjadi tempat deklarasi cawapres pendamping Jokowi.

“Jadi saya juga tidak tahu, jujur saja, siapa yang menyuruh Pak Mahfud, siapa yang mengarahkan Pak Mahfud untuk datang sore itu di restoran,” kata Romahurmuziy, Rabu (15/8/2018).

Tak hanya Mahfud, Ustaz Abdullah Gymnastiar juga pernah tersinggung oleh Romahurmuziy. Aa Gym membantah klaim Romahurmuziy yang menyebut dirinya telah dilobi Romahurmuziy untuk netral jika tidak memilih Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

Aa Gym menegaskan tidak nentral dan memiliki pilihan dalam Pilpres 2019. Namun, ia enggan menyebut siapa paslon pilihannya. Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu juga menampik kabar dirinya telah didekati.

“Saya sebagai warga negara Indonesia tidak netral, karena saya punya pilihan dalam pilpres ini. Salah satu pasangan capres, saya punya pilihan,” kata Aa Gym dalam video yang diunggah di YouTube pada Maret 2019.

Aa Gym juga mengatakan tidak pernah bicara banyak soal pilihan pilpres dengan Romahurmuziy. Dia menjelaskan tidak pernah menyatakan akan netral pada pilpres 2019.

Namun Romahurmuziy mengklarifikasi sanggahan Aa Gym. Ia mengaku tidak pernah mendekati Aa Gym dalam rangka pilpres. Ia juga mengklaim tidak mengatakan bahwa Aa Gym bersikap netral atau mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Tak hanya pernyataannya yang kontroversial, Romahurmuziy juga pernah menjadi sorotan lantaran mengkoreksi doa yang dibacakan Maimun Zubair atau Mbah Moen saat bertemu Presiden Jokowi awal Februari lalu.

Mbah Moen awalnya ingin mendoakan capres nomor urut 01 Jokowi agar menang di Pilpres 2019. Namun saat itu Mbah Moen justru menyebut nama Prabowo Subianto dalam doa yang dilafalkan dalam Bahasa Arab.

Pengasuh Ponpes Al-Anwar ini terlihat dihampiri Romarhumuziy usai memanjatkan doa. Setelah itu Mbah Moen kembali melantunkan dia untuk kedua kalinya dan menyebut nama Jokowi.

Romarhumuziy mengakui bila Mbah Moen memang salah dalam mengucapkan doa.

“Dan ketika Kiai Maimun menyampaikan doa, kita tahu persis Kiai Maimun sudah cukup uzur beliau memang salah menyebut saat doa itu kepada Prabowo,” ucap Romarhumuziy dalam keterangannya, Sabtu (2/2/2019).

Sementara, Anggota Majelis Tinggi DPP PPP Hasrul Azwar minim komentar ketika ditanya mengenai OTT KPK terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Ia ditemui para wartawan di ruangan fraksi PPP lantai 15, Gedung Nussntara 1, DPR RI, Jumat (15/3/2019) sore.

Ia mengatakan bahwa DPP PPP akan mengadakan rapat besar internal partai untuk membicarakan masalah ini, setelah ada penjelasan resmi dari KPK.”Ya kami menunggu keterangan resmi dari KPK. Sudah domainnya KPK, jadi kami tidak bisa menduga-duga, yang tahu persis adalah KPK. Ya dong, ada limit waktu, jadi kami menunggu penjelasan resmi dari KPK. Kami tunggu dulu penjelasan resmi dari KPK,” kata Hasrul.

Ia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan para petinggi PPP lainnya, termasuk Sekjen PPP Arsul Sani, untuk membahas masalah ini.”Sudah saling berkomunikasi, mungkin dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan pada tingkat DPP. Tentu dong. Tinggal menunggu waktunya. Jadi prinsipnya, berdasarkan pembicaraan dengan teman-teman, kita tunggu penjelasan resmi dari KPK.,” katanya.(*)