Roket Israel Kembali Serang Gaza

palestinaa
Jenazah warga Palestina yang gugur diantar ke pemakaman setelah serangan bertubi-tubi yang dilancarkan pasukan Israel ke lokasi-lokasi pemukiman rakyat Palestina. Foto: AP

GAZA – Pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara di Jalur Gaza. Setelah satu roket ditembakan dari wilayah kantong Palestina. Militer Israel menyatakan serangan itu ditujukan ke dua bangunan milik kelompok perlawanan Palestina, Hamas, yang menguasai daerah tersebut.

“Serangan dilancarkan sebagai reaksi atas serangan roket yang dilancarkan dari Jalur Gaza malam sebelumnya,” kata militer Israel, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu, kemarin (19/8).

Tak ada laporan mengenai korban dalam serangan tersebut. Sementara pada Jumat (16/8), ratusan orang Palestina melancarkan protes di dekat pagar keamanan Jalur Gaza-Israel sebagai bagian dari demonstrasi mingguan terhadap blokade 12-tahun terhadap wilayah pantai itu.

Sejak protes di Jalur Gaza dimulai pada Maret tahun lalu, lebih dari 270 pemrotes telah gugur dan ribuan lagi cedera oleh tentara Israel yang dikerahkan ke dekat zona penyangga tersebut.

Kementerian Luar Negeri Turki menolak pernyataan yang dikeluarkan oleh Gilad Erdan, Menteri Keamanan Masyarakat Israel, untuk mengubah status quo sejarah Masjid Al-Aqsha.

“Kami dengan tegas menolak pernyataan dari Menteri Keamanan Masyarakat Israel mengenai perubahan status quo Masjid Al-Aqsha. Ini adalah petunjuk mengenai pola berpikir yang menyimpang,” terangnya.

“Jelas bahwa setiap dampak tidak langsung dan gagasan untuk mengurangi status hukum dan sejarah Jerusalem akan menambah parah ketegangan di wilayah itu,” imbuhnya.

“Pada kenyataannya, selama Idul Adha, banyak orang Palestina cedera sebagai akibat campur-tangan polisi Israel di dalam Al-Haram Asy-Syarif, sementara berusaha mencegah serangan provokatif oleh kelompok ekstremis Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsha,” katanya.

Israel mesti didesak agar mengakhiri praktik tidak sah mereka di wilayah Palestina yang diduduki, menghindari perbuatan tidak bertanggung-jawab dan pernyataan yang akan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Gilad Erdan mengatakan kepada Radio Israel pada Selasa. “Saya kira ada ketidakadilan dalam status quo yang telah ada sejak 1967,” jelasnya.

“Kita perlu bekerja untuk mengubah (status quo) jadi di pada masa depan orang Yahudi, dengan bantuan Tuhan, dapat beribadah di Bukit Knisah (Al-Haram Asy-Syarif),” lanjutnya.

Sekadar diketahui, Israel menduduki Jerusalem Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Pada 1980, dalam tindakan yang tak pernah diakui masyarakat internasional, Israel mencaplok seluruh kota itu, dan mengklaimnya secara sepihak sebagai ibu kota negara Yahudi yang tak terpisahkan dan abadi.

Buat umat Muslim, Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Orang Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai Bukit Knisah, dan mengklaim lokasi itu sebagai tempat dua kuil Yahudo pada masa lalu. (ful/fin)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait