Rossi Raih “Penghargaan” Pecundang Terbaik 2018

valentino rossi
Valentino Rossi. (dok jawa pos)

LOSAIL – Gagal total di MotoGP 2018, Valentino Rossi justru dapat penghargaan. Dia dinobatkan sebagai pecundang tahun 2018 oleh sebuah acara televisi di Italia. Rossi menutup MotoGP 2018 tanpa satu pun kemenangan. Itu jadi musim terburuknya selama jadi rider Yamaha.

Sepanjang 2018, Rossi cuma lima kali naik podium. Prestasi terbaiknya pada musim lalu adalah finis kedua di MotoGP Jerman. Gara-gara itu, Rossi dihadiahi Tapiro d’Oro (Tapir Emas) oleh program televisi terkenal di Italia, Stricia La Notizia. Tapiro d’Oro adalah penghargaan satire yang diberikan kepada figur publik yang sedang dalam momen buruk.

Dapat ‘penghargaan’ itu, Rossi masih bisa menerimanya dengan candaan. Meski tertawa-tawa, rider 39 tahun itu tetap mengungkapkan kekecewaannya karena tak menang balapan di 2018. “Luar biasa saya menyia-nyiakan salah satu tahun terbaik saya sebagai pembalap dengan motor seperti itu, kurang kompetitif,” ucap Rossi seperti dikabarkan AS.

“Itu adalah musim yang sulit. Saya tidak menang satu balapan pun. Dan saya sangat menyesal,” imbuhnya.

Sementara itu, tantangan ekstra bisa jadi pembeda untuk Jorge Lorenzo. Menjalani debutnya bersama Repsol Honda, Lorenzo merasa akan terlecut dengan tantangan besar di depan.

Juara dunia lima kali itu akan membangkitkan karirnya lagi setelah menjalani dua tahun yang kurang mengkilap bersama Ducati. Bersama pabrikan Italia tersebut, Lorenzo hanya mampu merebut tiga kemenangan dan tujuh podium, yang semuanya diraih di musim kedua.

Meski begitu, Lorenzo tetap dianggap gagal memenuhi ekspektasi karena tak mampu memberikan gelar juara. Malahan, Lorenzo lebih banyak masuk ruang perawatan akibat dibekap serangkaian cedera yang dimulai di Aragon.

Lorenzo mengakui bahwa berganti tim berarti tantangan besar karena memulai dari nol lagi. Namun, hal tersebut juga bisa dijadikan sebagai motivasi Lorenzo untuk membuktikan dirinya.

“Aku sangat bersemangat karena segalanya telah berubah lagi,” cetus Lorenzo dalam wawancaranya dengan Red Bull.

“Dua tahun lalu, aku sepenuhnya berubah; tim, motor, dan orang-orang di sekitarku dan yang bekerja denganku. Dan sekarang aku melakukannya lagi. Di satu sisi memang lebih sulit, karena ketika Anda menunggangi motor yang sama, Anda akan semakin bagus karena Anda akan semakin tahu rahasia-rahasianya,” ungkapnya dikutip Crash. (dbs)