Running Text Gate Tol Kanci Diretas

DIRETAS: Running text di pertigaan gate Tol Kanci diretas. Box running text yang seharusya berisi imbauan dan arah petunjuk jalan, diganti dengan tulisan “mr skull is here”. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
DIRETAS: Running text di pertigaan gate Tol Kanci diretas. Box running text yang seharusya berisi imbauan dan arah petunjuk jalan, diganti dengan tulisan “mr skull is here”.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Baru saja menyala beberapa hari, running text di gate Tol Kanci diduga diretas pihak tidak bertanggung jawab. Jika seharusnya menunjukan imbauan dan arah petunjuk jalan, running text di lokasi tersebut malah menunjukan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan lalu lintas.

Kondisi tersebut sudah terjadi seminggu terakhir. Informasi dalam running text dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta tersebut, seharusnya berisi imbauan dan arah petunjuk jalan diganti dengan tulisan “mr skull is here”.

Sayangnya, seminggu berlalu tidak ada perbaikan yang dilakukan. Tulisan dalam box running text tersebut masih tetap seperti semula.

Kondisi ini membuat banyak pihak prihatin. Terlebih, akses jalan tersebut adalah akses jalan nasional yang setiap hari dilewati banyak kendaraan, baik dari dalam kota ataupun luar kota.

Aktivis Cirebon Timur, Rizky Pratama saat dihubungi Radar Cirebon mengaku prihatin dan tidak habis pikir kenapa aset pemerintah begitu mudah dibobol dan lambat mengadakan perbaikan.

Padahal menurutnya, kasus tersebut bukan kasus pertama dan beberapa kali sempat terjadi di wilayah lain.

“Ini kan pertanyaan juga kenapa sistem milik pemerintah tidak aman. Untung digantinya dengan kata-kata yang tidak vulgar atau berbau politik, kalau sebaliknya bisa heboh,” ujarnya.

Ia pun mendesak pihak terkait untuk segera memperbaiki tulisan running text tersebut dan meningkatkan sistem keamanan yang ada, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Harusnya rutin dikontrol. Sistem keamanannya juga harus ditingkatkan. Saya juga heran kenapa bisa mudah sekali diretas. Apakah password-nya masih bawaan pabrik? Kan harusnya diganti biar aman dan tidak diretas,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pengendara asal Desa Suci yang ditemui Radar Cirebon, Ali menuturkan jika beberapa kali ia melewati titik tersebut, namun tidak sadar jika running text di box lampu lalin diganti oleh hacker.

“Baru ngeh tadi lihat, dikira normal. Soalnya gak fokus ke running text-nya karena jalannya cepet. Kalau mengganggu atau enggak ya relatif. Kalau yang dari luar kota pasti butuh petunjuk arah. Kalau diganti begitu ya kasihan yang gak tahu jalan,” paparnya.

Dari pantuan Radar, running text yang diretas hanya arah Jateng ke Jakarta, sementara dari arah Jakarta menuju Jateng masih normal. (dri)