Sanchez-Pogba, Sumber Masalah United

PAUL-ALEXIS
Alexis Sanchez (kiri), saat menggantikan Paul Pogba pada pertandingan Premier League musim 2018/2019. Foto: talksport.com

MANCHESTER – Bonus, ternyata menjadi perpecahan di Manchester United. Bukan tidak mungkin, perselisihan kerap terjadi di kubu Setan Merah. Adalah Alexis Sanchez dan Paul Pogba, dua pemain yang diduga menyebabkan keretakan ruang ganti United. Itu setelah mereka kedapatan selalu mendapat bonus khusus saat mencetak gol atau assist.

Kedua pemain ini memang jadi sorotan pada musim 2018/2019. Sanchez yang jarang dimainkan, punya gaji tinggi. Sementara Pogba, gaji tinggi namun penampilannya belum memenuhi keinginan manajemen.

Di masa Jose Mourinho, Pogba bahkan dituding sebagai pembangkang. Performa Pogba sempat membaik bersama Ole Gunnar Solksjaer. Tapi, kembali menurun pada akhir musim 2018/2019.

Hal itu terlihat pada saat United menjamu Cardiff City pada pekan ke-38 atau laga terakhir Premier League, Minggu malam WIB (12/5). United keok 0-2 di Old Trafford, markasnya sendiri.

Dua gol Cardiff dicetak Nathanie Mendez-Laing di menit 23 dan 54. Bahkan, United bertahan di posisi enam dengan 66 poin. Gagal masuk Liga Champions musim depan, dan hanya tampil di Liga Europa, itu pun masih harus mengikuti babak play-off.

Sanchez dan Pogba adalah pemain dengan status bintang. Keduanya punya sederet klausul finansial lain dalam kontraknya dengan United. Salah satunya adalah bonus khusus.

Dikutip dari The Sun, Sanchez mendapat bonus 75 ribu pounds atau Rp 1,3 miliar setiap kali mencetak gol. Sementara, untuk satu assist dihargai 25 ribu pounds atau senilai Rp 465,2 juta.

Pogba juga mendapatkan bonus serupa. Namun, jumlah berbeda dari yang diterima oleh Sanchez. Pemain asal Prancis itu mendapatkan 50 ribu pounds atau setara Rp 930 juta untuk setiap gol yang dicetaknya. Untuk assist, Pogba akan mengantongi 20 ribu pounds atau senilai Rp 372 juta.

Adanya bonus tersebut dikabarkan jadi alasan Pogba selalu ngotot mengambil setiap eksekusi penalti. Situasi tersebut menimbulkan sikap cemburu pemain lain.

“Masalah sebenarnya adalah terkait dengan bonus. Ini telah membuat ada banyak permusuhan dan bertanggung jawab atas kurangnya semangat tim dalam beberapa laga terakhir,” ucap sumber internal yang didapatkan The Sun, dikutip Bola.net. (mid)