Satpam Tertidur, Komplotan Penjahat Coba Bobol ATM BNI di Arjawinangun

Gagal Gasak Uang, Kabur setelah Diketahui Warga Polisi Sebut Pelaku Lebih dari 2 Orang

Polisi saat mendatangi galeri ATM BNI di pinggir by pass Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
Polisi saat mendatangi galeri ATM BNI di pinggir by pass Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Galeri Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Negara Indonesia (BNI) di pinggir Jl by pass Arjawinangun dirusak komplotan maling. Hingga kini , polisi belum mengetahui siapa pelakunya. Rencananya Polisi akan melakukan olah TKP lagi, Senin (27/5).

Data yang dihimpun Radar Cirebon, peristiwa itu terjadi Sabtu (25/5) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Tak ada yang melihat para pelaku beraksi. Satpam yang bertugas di lokasi itu disebut-sebut ketiduran saat para pelaku sedang berusaha menguras ATM itu.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto melalui Kasat Reskrim AKP Kartono Gumilar mengatakan kejadian tersebut justru diketahui pertama kali oleh pengendara yang melintas di lokasi kejadian. “Ada pengendara yang melihat pelaku sedang merusak ATM. Si pengendara itu kemudian melapor ke anggota Polsek Arjawinangun,” kata AKP Kartono.

Dari laporan itu, lanjut AKP Kartono, petugas langsung ke lokasi kejadian. Tapi saat sampai di sana, pelaku sudah kabur. Saat bersamaan, satpam tak terlihat. Polisi pun mencarinya dan mendapati sang sekuriti ternyata masih tertidur. “Akhirnya satpam itu dibangunkan. Dia (satpam, red) kaget lihat ATM sudah dalam kondisi rusak. Satpam itu katanya sedang tak enak badan sehingga ketiduran,” jelas AKP Kartono.

Petugas piket Polsek Arjawinangun, sambung AKP Kartono, menghubungi Satuan Reskrim Polres Cirebon untuk turun membantu melakukan penyelidikan.“Kita sudah olah TKP. Ini adalah percobaan pencurian. Tidak ada barang yang diambil oleh pelaku. Pelaku melakukan perusakan pada kaca ATM dan merusak mesin ATM. Diduga pelaku ini lebih dari dua orang. Kasus ini masih kita dalami,” terang kasat reskrim.

Kartono menambahkan, pihaknya juga akan kembali melakukan pemeriksaan, terutama terhadap mesin ATM yang rusak tersebut. “Nanti besok Senin (27/5) akan kita cek ulang apa saja kerusakannya. Meski rusak, kalau di beresi, ATM masih bisa dipakai. Soal kerugian, belum bisa ditaksir,” pungkasnya. (cep)