SDN Kebon Baru IV Bukan BCB, Ini Buktinya

SD-kebon-baru
RUSAK: Aktivitas guru di salah satu ruangan SDN Kebon Baru IV yang diusulkan direnovasi, Selasa (14/5). FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON – Bangunan sekolah SDN Kebon Baru mulai mengalami kerusakan. Kepala sekolah setempat, berupaya menjaga keamaan para siswa juga warga sekolah di dalamnya dengan mengajukan rehab kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon.

Namun usaha tersebut terganjal Surat Keputusan (SK) Walikota Nomor 19/2001 tentang SDN Kebon Baru yang dinyatakan sebagai cagar budaya dengan tingkat perlindungan ketat. Namun SK itu tidak mendetil, dan menyebut secara umum SDN Kebon Baru.

Padahal, di dalam kompleks sekolah itu ada 7 sekolah dasar yang menggunakan nama kebon baru. Kompleks sekolah ini juga dipisahkan oleh Jl Veteran. Warga kerap menyebut SDN Kebon Baru Jawa untuk sisi kiri (arah Mapolres Cirebon Kota) dan Sunda untuk sisi kanan jalan.

Lantaran biasnya status cagar budaya ini, Ano Sutrisno selaku Kepala SDN Kebon Baru 4 berupaya membuktikan status sekolah yang dipimpinnya. Jawabannya mulai menemukan titik terang.

Peta Situasi Jalan Veteran Kebon Baru Kota Cirebon pada tahun 1918 dan 1946 adalah jawabannya. Peta itu didapat dari Pegiat Komunitas Kendipurtula, Mustakim Asteja.

Indikasi kedua adalah kontruksi bangunan persiapan bertingkat yang diketahui dibuat pada tahun 2012. Ini menjadi bukti bahwa pernah ada upaya rehab besar. Kemudian, Ano mengecek kepastiannya. Dalam SPJ ada pada tahun 2012, tertulis rencana renovasi ini.

“Status cagar budaya ini membuat renovasi agak tertunda. Terus terang kondisinya mendesak,” kata Ano, kepada Radar, Selasa (14/5).

Untuk mengetahui status Cagar Budaya ini, Disdik Kota Cirebon dijelaskan Ano membantu dengan berkordinasi dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOP) Kota Cirebon yang kemudian diteruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Banten.

Rapat pun berlangsung pada Senin (14/5). Dalam repat itu, dibuka kembali Peta Situasi Jalan Veteran Kebon Baru pada tahun 1918 dan 1946. Peta itu menunjukan posisi bangunan-bangunan yang waktu itu sudah berdiri.

Dalam kedua peta tersebut jelas ada bangunan SDN Kebon Baru Jawa yang dahulunya merupakan Native Scholl atau Sekolah Rakyat Latian. SR ini seolah ada hubungannya dengan SDN Kebon Baru IV, karena sepengetahuan Ano, tiap kali pembayaran listrik nama SR Latian masih tertera.

Padahal, posisi yang saat ini menjadi SDN Kebon Baru IV atau Kebon Baru Sunda hanya tanah kosong yang disebelahnya rumah penduduk. Bila dibandingkan pendiriannya, antara dua komplek SDN Kebon Baru itu, terpaut tahun yang cukup jauh. “Jadi kalau melihat peta itu, kita bisa menyimpulkan SDN Kebon Baru IV ini Cagar Budaya atau tidak,” terangnya.

Bagaimana sejarah pendirian SDN Kebon Baru IV? Sejauh ini tidak ada kejelasan. Di profil sekolah juga tidak dicantumkan, karena tidak ada kejelasan kronologinya. Ada yang mengungkapkan dibuat pada tahun 1928. Ada juga yang setelahnya. Tapi, asumsi ini terbantarkan karena dalam peta di tahun 1918 dan 1946 bangunan SDN Kebon Baru IV atau Sunda ini belum ada.

Ano juga mendengar cerita dari salah seorang guru di SDN Kebon Baru yang pernah mendengarkan cerita pendiriannya dari alrmarhum mantan kepala sekolah. Mengacu pada keterangan ini, diketahui pendirian bangunan SDN Kebon Baru IV sekitar tahun 1960 an.

“Masalahnya, ini tidak ada bukti konkretnya yang menunjukan dibangunnya tahun berapa,” terangnya.

Dari hasil rapat bersama Disdik, DKOP, BPCB Serang Banten, Inspektorat, kepala bagian hukum, alurah Kejaksan, budayawan, LSM dan perwakilan komite, justru menghasilkan rekomendasi yang meleset dari harapannya.

Terdapat tiga poin yakni, sebelum rehabilitasi dilakukan, perlu memastikan legalitas SDN Kebon Baru 4 Kota Cirebon  sebagaimana SK Walikota 19/2001 tentang Perlindungan dan Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya di Kota Cirebon yang menyatakan bahwa SDN Kebon Baru masuk dalam kategori cagar budaya dengan tingkat perlindungan cukup ketat.

Poin dua, meminta rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) mengenai potensi dan nilai SDN Kebon Baru IV sebagai cagar budaya. Terakhir pada poin tiga disebutkan bahwa pihak Disdik Kota Cirebon dan SDN Kebon Baru IV Kota Cirebon mempresentasikan gambar rencana dan teknis pengerjaan rehabilitasi bangunan sekolah SDN Kebon Baru IV Kota Cirebon.

Menurut TACB bangunan SDN Kebon Baru IV, memiliki keunikan dalam segi bangunannya dan bisa dilestarikan keunikannya.

Namun, rekomendasi ini dikhawatirkan terus menunda rencana renovasi. Padahal, kondisi bangunannya ini yang sudah memprihantikan bagi siswa dan warga sekolah lainnya. “Sebetulnya kerusakan ini harus segera ditangani,” jelasnya.

Ano khawatir bila sampai tiga bulan belum ada kejelasan, dana renovasi dari Kemendikbu sejumlah Rp900 juta tidak bisa digunakan dan terpaksa dikembalikan. “ Saya hanya ingin mewujudkan sekolah yang layak. Dengan ruangan cukup, bangunan aman dan ruangan pendukung KBM anak-anak nantinya. Semoga bisa terlaksana,” katanya. (myg)