Sebagai Akses ke Bandara Kertajati, Pengerjaan Proyek Tol Cisumdawu Dikebut Rampung 2020

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari menjawab pertanyaan wartawan di Bandara Kertajati. FOTO: BIJB FOR RADARMAJALENGKA
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari menjawab pertanyaan wartawan di Bandara Kertajati.FOTO: BIJB FOR RADARMAJALENGKA

MAJALENGKA-Akselerasi Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) menjadi krusial untuk memaksimalkan pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Aksebilitas penunjang utama bandara yang ada di Kabupaten Majalengka ini sangat dinanti masyarakat yang ada di selatan Jawa Barat dan Bandung Raya.

Ruas tol sepanjang 61 kilometer itu bisa memangkas jarak tempuh dari Bandung-Kertajati yang semula 2,5 jam menjadi hanya 45 menit saja. Pembangunan VI seksi Tol Cisumdawu terus dikebut guna bisa dioperasikan paling tidak pada 2020 mendatang.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Alois Wisnu Hardana melakukan kunjungan kerja ke Bandara Kertajati, Kamis (5/9). Tampak juga Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Praminto, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari. Kedatangan mereka disambut Direktur PT BIJB Muhamad Singgih, dan PelaksanaTugas General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kertajati Mohammad Arifin.

Sebelum tiba di Kertajati, rombongan terlebih dahulu memantau proyek Tol Cisumdawu bersama Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo, Direktur Teknik PT CKJT Bagus Medi dan pihak yang berkaitan.

“Tol Cisumdawu sekarang masih progres dan sedang melakukan pembebasan lahannya. Opsi pertama ini adalah agar Cisumdawu di tahun 2020 bisa memangkas menjadi 1,5 jam perjalanan dari Bandung dahulu, karena ini captive market utama (Bandung) semoga di tahun depan sudah 1,5 jam dibanding sekarang tiga jam,” kata Hery Antasari kepada wartawan di Bandara Kertajati.

Diungkapkan Hery, asumsi 1,5 jam adalah jika tahun 2020 pembangunan belum sepenuhnya selesai atau baru tiga seksi yang menghubungkan antara Cileunyi menuju Cimalaka (Sumedang). Kemudian, sambung Hery, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan jalur arteri karena jika Cisumdawu selesai pada 2020, artinya Bandung menuju Kertajati hanya 45 menit. “Itu yang kita harapkan, karena kalau fungsi Tol Cisumdawu penuh sebenarnya hanya 45 menit (Bandung- Kertajati),” ungkapnya.

Heri tidak memandang pesimis akan bandara terbesar kedua setelah Soekarno-Hatta ini. Bagi dia Kertajati tetap bisa menjadi gerbang udara utama di Jawa Barat seiring berjalannya waktu. Peran semua pihak diperlukan untuk bisa membangkitkan gairah penerbangan di Kertajati dengan menambahkan sejumlah fasilitas. “Upaya meningkatkan pax (penumpang, red) yakni mendukung akses dengan layanan Damri gratis satu tahun baik kualitas maupun kuantitas,”ujarnya.

“Kita komunikasi dengan Dirjen Perhubungan dan Damri untuk meningkatkan image bandara. Karena ini masalahnya image. Karena travel time memang masih lebih pendek dari pada ke Soeta, tapi ternyata ada image yang dihadapi oleh customer seolah ada beberapa tantangan. Ini yang harus kita rubah,” tambahHery.

Sementara itu, Direktur PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan percepatan Tol Cisumdawu merupakan modal besar untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai konektivitas udara Jawa Barat. Hadirnya Cisumdawu memang sangat krusial apalagi Bandara Kertajati terus melengkapi layanan penerbangan misalnya umrah dalam waktu dekat.

“Umrah Oktober akan kita mulai. Kita sudah berkoordinasi dengan travel umrah, mereka untuk bersiap-siap menerbangkan melalui Bandara Kertajati dan saya optimis itu bisa segera tercapai,” ucap Singgih. (rdh/rls)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait