Sebelum Mudik, Lubang Jalan Sudah Ditambal

Jalan Bima, RW 02 Kebon Klapa, Kelurahan Kejaksan, bisa menyebabkan pengendara dan pejalan kaki terperosok. Kerusakan jalan di lingkungan permukiman kurang mendapatkan perhatian. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Jalan Bima, RW 02 Kebon Klapa, Kelurahan Kejaksan, bisa menyebabkan pengendara dan pejalan kaki terperosok. Kerusakan jalan di lingkungan permukiman kurang mendapatkan perhatian.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Mendekati masa arus mudik lebaran, masih ditemukan adanya jalur berlubang. Kerusakan ini, terjadi hampir merata di sejumlah ruas jalan. Baik di jalur pantura yang dilalui oleh pemudik, jalur lintas kota hingga sejumlah ruas jalan utama kota.

Dari pantauan Radar Cirebon, kerusakan yang cenderung membahayakan justru banyak terjadi di jalan lingkungan. Seperti di Jl Bima, RW 02 Kebon Klapa, Kelurahan/Kecamatan Kejaksan. Juga di Gang 8, RW 03 Pagongan Timur, Kelurahan Panjunan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon Hanry David mengakui, kondisi jalan rusak dan berlubang masih banyak terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Cirebon.

Soal lambatnya respons penanganan, ia beralasan memiliki keterbatasan personel. Saat ini hanya enam orang personil yang dapat melakukan perbaikan terhadap jalur yang berlubang. “Untuk jalan jalan yang belum sempat kami tangani, mohon bersabar karena jadwalnya padat dan cukup banyak jalan yang perlu kita tangani. Terutama kita arahkan ke jalan jalan pintu masuk keluar di kota Cirebon,” katanya.

Untuk saat ini, jalan keluar masuk Kota Cirebon yang jadi prioritas. Kondisinya saat ini cukup aman dilalui oleh para pemudik. Sementara secara keseluruhan perbaikan jalan berlubang progresnya sudah 85 sampai 90 persen.

Karena memang masih banyak jalan berlubang yang belum ditangani. Termasuk lubang yang disebabkan oleh aktivitas galian. Seperti yang terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo dan sejumlah ruas jalan lainya. “Kita juga sudah mengkoordinasikan dengan pihak PLN. Semoga dalam sehari dua hari sudah bisa dikerjakan,” lanjutnya.

Dijelaskan David, untuk perbaikan jalan, pihaknya akan melakukan pengerjaan sepanjang tahun. Namun untuk menghadapi arus mudik dan balik 2019, ditargetkan pengerjaan akan selesai sehari sebelum pelaksanaan cuti bersama.

Meski begitu, Bina Marga tetap akan melakukan pengontrolan secara berkala. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakaan jalan pada saat pelaksanaan arus mudik 2019.  “Tapi kita tetap kita stand by petugas piket. Kita juga stand by-kan peralatan, bensin dan olinya. Cuma secara normatif, pengerjaan akan tuntas pas sehari sebelum cuti bersama,” jelasnya.

Selain jalan berlubang, David juga memberikan perhatian terhadap kondisi pohon yang rawan tumbang. Pohon kering di beberapa ruas juga akan dilakukan penebangan. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait