Sehari, 2,5 Hektare Lahan di Kabupaten Cirebon Terbakar

kebakaran
ILUSTRASI

CIREBON–Memasuki musim kemarau, warga Kabupaten Cirebon diminta berhati-hati dan mewaspadai potensi kebarakan lahan pertanian yang sering disebabkan karena teledor. Hal tersebut disampaikan Kasi Kedaruratan dan Logistik Damkar Kabupaten Cirebon Eno Sujana.

Menurut Eno, tidak jarang peristiwa kebakaran bermula dari hal-hal sepele. Seperti membakar tumpukan sampah, yang kemudian merembet dan membuat nyala api tak terkendali. “Hari ini saja (Selasa, red) ada dua lokasi kebakaran lahan. Satu di Lemahabang dan satu lagi di Ciledug. Dugaan sementara, asal api diperkirakan dari pembakaran sampah yang dilakukan warga. Saat ini sudah memasuki kemarau. Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah. Terlebih lagi jika membakar sampah tanpa pengawasan,” ujarnya.

Dijelaskannya, peristiwa kebarakan yang pertama terjadi di perbatasan Desa Japura Bakti-Mertapada-Lemahabang. Di mana, dalam kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar sekitar 1,5 hektare. “Dari hasil investigasi tim di lapangan, kuat dugaan kebakaran lahan ini disebabkan oleh oknum warga yang membakar sampah. Lalu kemudian merembet ke lahan tebu. Kita langsung turun ke lapangan melakukan pemadaman karena asap dari terbakarnya lahan tebu tersebut cukup mengganggu bagi pemudik,” imbuhnya.

Selain lahan tebu, menurut Eno, tim Damkar Ciledug juga menerima laporan terjadinya kebakaran yang terjadi di bahu jalan tol KM 231, dengan luas area yang terbakar sekitar 1 hektare dengan panjang sekitar 200 meter. “Angin begitu kencang. Udaranya juga kering. Kita harus waspada karena banyak lahan kering yang mudah terbakar,” jelasnya.

Sementara itu, tokoh petani tebu Cirebon Timur, Mae Azhar menuturkan, peristiwa terbakarnya lahan tebu bisa berdampak kepada hasil giling dan tingkat rendemen tebu. Bahkan, jika telat dipanen, maka petani terncam rugi karena tebu sudah menjadi tidak layak giling. “Kalau musim kemarau, lahan tebu sering kali terbakar. Kalau biasanya yang terbakar itu harus segera dipanen. Kalau tidak bisa, akan berpengaruh ke rendemen dan hasil giling,” ungkapnya. (dri)