Sehari, Dua Rumah Kebakaran Akibat Korsleting

KEBAKARAN-KUNINGAN
SUDAH PADAM: Petugas Damkar Kuningan tengah melakukan pendinginan terhadap kebakaran yang menimpa rumah keluarga Suharja di Desa Cengal, Kecamatan Japara, kemarin. Foto: M Taufik/Radar Kuningan

KUNINGAN – Dua musibah kebakaran diduga akibat korsleting listrik terjadi di Kabupaten Kuningan, kemarin (21/5). Yakni menimpa rumah keluarga Suharja (70) di Desa Cengal, Kecamatan Japara dan rumah milik keluarga Een (86) warga Lingkungan Manis, Kelurahan Purwawinangun, Kecamatan Kuningan. Akibat kebakaran tersebut ditaksir menyebabkan kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi dihimpun, kejadian kebakaran pertama yang menimpa rumah keluarga Suharja di Desa Cengal terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Kala itu rumah sedang dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya bersilaturahmi ke tetangganya.

Warga sekitar rumah Suharja dikejutkan dengan suara letupan kecil dari ruangan dapur yang kemudian disusul kobaran api membakar seluruh dapur yang terbuat dari bilik bambu. Seketika warga pun berhamburan melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya dan memanfaatkan air ledeng serta sumur untuk memadamkan sumber api.

“Saya sedang di dalam rumah mendengar suara prepet seperti kembang api dari rumah Pak Suharja. Saat dilihat ternyata api sudah besar membakar dapur,” ujar Anah salah seorang tetangga Suharja kepada Radar, kemarin.

Kesigapan warga memadamkan api dengan memanfaatkan air di sekitar kejadian ternyata cukup efektif mencegah api sehingga tidak merembet luas ke bagian utama rumah Suharja yang sudah permanen. Hanya saja, kobaran api sempat membakar separuh atap bagian kamar mandi dan ruang makan sehingga menyebabkan genting berjatuhan menimpa perabotan di dalamnya.

Petugas Damkar Kuningan yang mendapat laporan warga akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 WIB dan mendapati api sudah padam. Untuk memastikan tak ada lagi titik api, petugas pun kemudian melakukan pendinginan dengan menyemprotkan air ke sisa-sisa pembakaran.

“Dari hasil pemeriksaan, diduga penyebab kebakaran dari korsleting listrik di ruang dapur. Karena saat kejadian di dalam rumah sedang kosong dan tidak ada aktivitas memasak, ditambah melihat kondisi instalasi listrik yang kurang baik diduga menjadi penyebabnya,” ungkap Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi di lokasi kejadian.

Atas kejadian tersebut, Khadafi mengatakan, seluruh ruangan dapur hangus terbakar dan sebagian atap rumah keluarga Suharja mengalami kerusakan terbilang sedang. Ditaksir, kerugian yang dialami Suharja atas kebakaran tersebut mencapai Rp45 juta.

Menjelang sore hari, petugas Damkar Kuningan kembali mendapat panggilan kedaruratan kebakaran dari warga Kelurahan Purwawinangun. Rumah keluarga Een juga terbakar di bagian ruangan dapur sekitar pukul 15.30 WIB.

“Kejadian kebakaran di Purwawinangun juga terjadi saat rumah sedang kosong karena Bu Een sedang berkunjung ke rumah anaknya yang kebetulan berlokasi di belakang rumah tersebut. Mereka dikejutkan dengan suara ledakan dari ruang dapur yang kemudian disusul kobaran api sudah memenuhi bangunan belakang,” ungkap Khadafi.

Beruntung cepatnya upaya warga menghubungi petugas Damkar menyebabkan penanganan pun bisa dilakukan dengan segera. Upaya sigap petugas memadamkan api berhasil mencegah kebakaran tidak sampai meluas hingga menghanguskan seluruh bangunan.

“Lagi-lagi penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik. Kerusakan bangunan akibat kebakaran mencapai 45 persen dan sejumlah peraboran rumah tangga seperti lemari, kasur, rak dan kursi hangus terbakar dengan taksiran kerugian materil mencapai Rp 78 juta,” ungkap Khadafi.

Atas kejadian tersebut, Khadafi mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan memperhatikan instalasi listrik di rumahnya agar dirapikan. Jika ada kabel yang sudah lapuk atau sambungan yang terkelupas, Khadafi mengimbau untuk segera diganti dan diperbaiki.

“Ditambah saat ini sudah memasuki musim kemarau, perlu menjadi kewaspadaan semua pihak untuk menjaga lingkungan dari segala potensi kebakaran. Kondisi lingkunganyang kering dan udara panas sangat rawan menimbulkan kebakaran sehingga kita harus hati-hati,” imbau Khadafi. (fik)