Sehari, Tiga Peristiwa Kebakaran di Kabupaten Cirebon

Dari kiri, angkutan kota (angkot) terbakar di Jl Raya Plered, warung nasi lengko di Plumbon, serta kios rokok di Lemahabang. Tiga peristiwa itu terjadi sejak Minggu pagi hingga Siang (23/6). FOTO:IST/RADAR CIREBON
Dari kiri, angkutan kota (angkot) terbakar di Jl Raya Plered, warung nasi lengko di Plumbon, serta kios rokok di Lemahabang. Tiga peristiwa itu terjadi sejak Minggu pagi hingga Siang (23/6).FOTO:IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Minggu (23/6), terjadi tiga kebakaran. Si jago merah membakar dua warung dan satu angkutan perkotaan (angkot) jurusan Gunungsari-Plered (GP). Untungnya, tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka luka.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon Eno Sujana mengatakan kejadian pertama terjadi pada warung rokok milik Jana yang berada di Jl Raya Cipeujeuh, Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang.

Pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 06.15. Regu III Pos Jaga Damkar Lemahabang langsung ke lokasi. Sekitar 30 menit, api dapat dipadamkan. “Akibat kejadian itu, Jana mengalami kerugian sekitar Rp5 juta. Tak ada korban jiwa maupun luka,” ujar Eno Sujana kepada Radar Cirebon, kemarin.

Tiga jam kemudian, kata Eno, Pos Jaga Damkar Weru menerima telepon laporan kebakaran yang menimpa angkot nopol E 1993 MB milik Albani warga Danamulya, Kecamatan Plumbon. “Kerugian tidak diketahui. Kalau penyebabnya, diduga dari mesin. Pemadaman dilakukan oleh Regu I Pos Jaga Weru dibantu anggota polsek dan Koramil Weru,” ujar Eno.

Terpisah, kata Kapolsek Plered AKP Budi Hartono mengatakan kebakaran yang menimpa terjadi sekitar pukul 08.50. Angkot itu dikemudikan Muhamad Hamzah (34) warga RT 08 RW 03,  Desa Panembahan, Kecamatan Plered. Ia melaju dari arah Cirebon menuju Palimanan. Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, muncul asap dan api dari mesin mobil.

Mengetahui itu, Muhammad Hamzah menghentikan mobil. Beberapa penumpang yang ada di dalam angkot langsung diminta untuk segera turun. Selain dibantu warga, proses pemadaman api juga melibatkan petugas damkar.

“Kebakaran angkot diduga dari gangguan pada mesin di bagian depan. Muncul api dan membakar bagian depan angkot. Angkot itu pun rusak. Beruntung tak lama, api berhasil dipadamkan oleh Regu I Pos Jaga Weru dibantu anggota Polsek Plered dan Koramil Weru,” kata kapolsek kepada Radar Cirebon.

Sementara itu, selang 3 jam kemudian si jago merah mengamuk lagi. Kali ini di warung nasi Lengko milik Sujuno yang berlokasi di dekat lapangan sepakbola Plumbon. “Sekitar pukul 11.40, kita mendapatkan laporan kebakaran terjadi kebakaran warung nasi lengko milik Sujono. Saat itu juga Regu 1 Pos jaga Weru kembali terjun ke lapangan untuk melakukan pemadaman,” terang Eno Sujana.

Dikatakan, sumber api diduga adanya anak-anak yang bermain korek api yang kemudian merembet dan membakar warung itu. “Beruntung tidak sampai ada korban jiwa dan luka dalam tiga kejadian tersebut. Semua dapat teratasi. Kami juga imbau warga tetap waspada. Segera laporkan jika ada kejadian di daerah masing-masing,” pesan Eno Sujana. (cep)