Sekretariat DPK Jaman Indramayu Diresmikan, Siap Kawal Program Jokowi

DPK Jaman Indramayu
Ketua DPK Jaman foto bersama dengan anak yatim di sela peresmian sekretariat, Selasa (7/5). Foto: Adun Sastra/Radar Indramayu

DEWAN Pimpinan Kabupaten Jaringan Kemandirian Nasional (DPK Jaman) Indramayu, menggelar buka puasa bersama (bukber) jajaran pengurus dengan sejumlah tokoh masyarakat Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (7/5). Bukber itu dalam rangka syukuran peresmian Sekretariat DPK Jaman Indramayu.

Kegitan buka puasa bersama tersebut diisi dengan kegiatan bakti sosial (baksos). Yakni santunan kepada anak yatim serta pembagian sembako bagi keluarga miskin (gakin).

Mereka tampak antusias menerima santunan pembagian sembako yang secara simbolis diberikan Ketua DPK Jaman Indramayu, Edi Prastio. Selanjutnya Edi melakukan potong tumpeng sebagai tanda peresmian sekretariat DPK Jaman Indramayu  di Jalan Abdul Muis Nomor 10  RT 03 RW 02 Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng.

DPK Jaman Indramayu

Ketua DPK Jaman Indramayu Edi melakukan pemotongan tumpeng tanda sekretariat diresmikan. Foto: Adun Sastra/Radar Indramayu

“Kehadiran DPK Jaman diharapkan menjadi organisasi yang ikut berperan aktif dalam pembangunan. Terutama mampu mendorong masyarakat dalam membantu program pemerintah guna kemakmuran masyarakat,” terangnya kepada Radar Indramayu usai kegiatan baksos.

Dia mennelaskan, organisasi yang dipimpinnya selain bergerak dalam bidang kemasyarakat, ke depan juga siap melakukan pengawalan terhadap program pemerintah. “Kalau nanti Allah SWT mengabulkan, Pak Jokowi tepilih kembali menjadi Presiden RI, kami bersama masyarakat siap mengawal periode kedua kepemimpinan Pak Jokowi,” ucap Edi.

DPK Jaman Indramayu
Ketua DPK Jaman Indramayu Edi Prasetio membagikan santunan kepada sejumlah anak yatim saat peresmian sekretariat, Selasa (7/5). Foto: Adun Sastra/Radar Indramayu-cirebon

Di samping itu, lanjut dia, program prioritas DPK Jaman adalah bagaimana mebentuk para generasi muda yang siap tampil dalam penghadapi persaingan di era sekarang. Jangka pendeknya siap membuka kursus Bahasa Inggris bagi para pelajar, tanpa dipungut biaya alias gratis.

“Semuanya kita gratiskan dengan mendatangkan pengajar yang ahli di bidangnya,” ungkap pria yang berprofesi sebagai advokat yang tinggal di Desa Kedungwungu tersebut. (dun)