Selain Krisis Air, PDAM Indramayu Rugi Rp 20 Juta Per Hari

tanggul-jebol3
GERAK CEPAT: PJT II Seksi Pengairan Patrol bersama BBWS Citarum dan sejumlah Camat meninjau tanggul jebol di BKH 4 SS Kandanghaur, Senin (10/6). FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Akibat jebolnya tanggul saluran sekunder (SS) Kandanghaur di BKH 4 Wanguk, PDAM Tirta Darma Ayu (TDA) Cabang Kandanghaur mengalami kerugian puluhan juta per harinya. Sudah lima hari ini, PDAM belum bisa memproduksi air bersih. Hal itu dikarenakan suplai air baku dari pintu air utama Salamdarma belum bisa digelontorkan ke SS Kandanghaur.

Kepala PDAM TDA Cabang Kandanghaur, Hendra Rossi mengatakan, dampak dari jebolnya tanggul di BKH 4 yang berlokasi di Desa Wanguk, mengakibatkan pasokan air bersih ke pelanggan terganggu. Pada instalasi pengolahan air (IPA) tidak bisa memproduksi air bersih, dikarenakan tidak adanya suplai air baku.

“Sejak tanggul di BKH 4 itu jebol, suplai air baku melalui SS Kandanghaur dihentikan. Otomatis kami tidak bisa memproduksi air bersih. Dengan demikian, kami mengalami kerugian sekitar Rp20 juta per harinya,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Dijelaskan Hendra, di Kecamatan Kandanghaur, tercatat ada 8.500 sambungan (pelanggan). Sedangkan di Kecamatan Gabus Wetan, sebanyak 800 pelanggan.

Dari 8.500 pelanggan di Kandanghaur itu, ungkap Hendra, terdapat 7.500 yang tidak bisa mendapatkan air bersih. Karena yang 1.000 pelanggan disuplai dari PDAM Unit Anjatan, melalui IPA Tulangkacang Bongas.

“Itu pelanggan yang terdapat di Desa Eretan Kulon dan sebagian Eretan Wetan. Sedangkan yang tidak mendapatkan air bersih akibat dampak tanggul jebol totalnya ada sebanyak 8.300. Terdapat di Gabus Wetan dan sebagian besar wilayah Kandanghaur,” jelasnya.

Masih, kata Hendra, jika dua hari kedepan perbaikan tanggul belum juga kelar, pihaknya akan mengerahkan beberapa mobil tangki untuk mengangkut air bersih dari IPA Unit Anjatan. “Air bersih itu akan disuplai kepelanggan melalui penyuntikan pada pipa jaringan sambungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengairan Patrol PJT II, Budi Sukardi mengatakan, untuk perbaikan difokuskan di udik, yakni bangunan 3 dengan membuatkan kisdam agar air bisa mengalir. Selain itu, membuatkan bronjong pada lantai agar lebih kuat. Perbaikan tersebut merupakan penanaganan darurat dan bersifat sementara.

“Untuk sementara, kita membuatkan dua sipon. Kapasitas air yang dialirkan dari dua sipon itu bisa mencapai 3 liter perdetik. Perbaikan sudah kita lakukan sejak kemarin,” kata Budi. (kom)