Selalu Berulang; Lautan Sampah Sungai Cipager

ilmi - sampah (17)
Ilustrasi. Foto: Ilmi Yanfa Unnas/ Radar Cirebon

CIREBON-Sudah menjadi langganan tiap tahun, Sungai Cipager di Desa Battembat, Kecamatan Tengahtani, dipenuhi sampah. Seperti yang terjadi Kamis siang (13/6), lautan sampah  memenuhi Sungai Cipager. Hal tersebut sudah terjadi berulang kali.

Camat Tengahtani, Tata Surnita mengatakan, Sungai Cipager yang berada di Desa Battembat kembali dipenuhi sampah. Tata menyebut, kondisi sungai yang dipenuhi sampah sudah berulang-ulang meskipun sering dilakukan pengangkutan.

“Sering terjadi, sudah menjadi langganan setiap tahun selalu dipenuhi sampah,” tuturnya kepada Radar Cirebon, kemarin.

Tata membantah jika sampah-sampah tersebut disebabkan oleh warga sekitar yang membuang sembarangan ke sungai. “Bukan dari warga sekitar saja. Sampah itu dari warga di sepanjang Sungai Cipager.

Dari hulu sungai juga. Karena, Sungai Cipager di Desa Battembat ini kan terdapat bendungan. Sehingga, sampah-sampah itu nyangkut dan tidak bisa lagi mengikuti aliran air sungai hingga hilir,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tidak mampu jika harus mengangkut semua sampah tersebut. “Untuk anak-anak sungainya, sampah sudah kita bersihkan.

Bekerjasama dengan unsur polsek dan koramil, kita kerja bakti. Tapi kalau untuk angkut sampah di Sungai Cipager, kita tidak mampu karena terlalu banyak. Peralatan dan tenaga yang kita punya sangat terbatas,” ujarnya.

Selain itu, menurut Tata, pengangkutan sampah di Sungai Cipager merupakan wilayah dari SKPD terkait. “Kalau untuk perbaikan sungai, memang wilayah BBWS.

Tapi kalau untuk angkut sampah, adalah perpaduan antara Dinas PUPR dengan Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada dinas terkait. “Sudah kita beritahu kepada dinas terkait. Mudah-mudahan bisa secepatnya diangkut,” ungkapnya.

Namun, menurut Tata, yang lebih terpenting adalah, warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. “Kalau pengangkutan sampah bukan yang utama.

Kalau warga tidak sadar, maka akan terus terjadi berulang-ulang.  Yang terpenting adalah warga di hulu sampai hilir di sepanjang Sungai Cipager tidak membuang sampah sembarangan,” tuturnya. (den)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait