Selama Musim Mudik-Balik, Pedagang Harus Masuk Dalam Pasar Tak Boleh di Sisi Jalan

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto bersama tim Polda Jabar mengecek jalur di depan Pasar Sandang Tegalgubug. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Menjelang arus mudik, Jajaran Polres Cirebon Kabupaten dengan Sat Binmas Polda Jabar melakukan cek jalur pantura dan jalur tol yang berada di Kabupaten Cirebon, Kamis (23/5). Salah satu yang dianalisa terjadi kemacetan adalah pasar tumpah. Dan, salah satunya Pasar Sandang Tegalgubug.

Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Suhermanto mengatakan pihaknya ke Pasar Tegalgubug selain mengecek sisi jalan yang biasa digunakan pedagang, juga berkoordinasi dengan kepala pasar setempat. Pihaknya menginginkan sebelum H-7 para pedagang yang berjualan di sisi jalan sudah masuk ke pasar.

“Berdasarkan analisa dan evaluasi, diprediksi terjadi kemacetan di titik pasar tumah. Salah satunya adalah Pasar Tegalgubug. Kita sudah koordinasi dengan kepala pasar agar pada H-7 sudah clear. Pedagang yang berjualan di bahu jalan akan ditarik masuk ke dalam pasar. Begitu pula dengan tukang becak untuk tidak mangkal di depan pasar,” kata kapolres.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemda untuk memberikan kompesasi kepada tukang becak. “Untuk u-turn (jalur putar kendaraan) di depan Pasar Tegalgubug juga akan ditutup semua. Supaya tidak terjadi putaran kendaraan yang mengakibatkan kemacetan,” tegas AKBP Suhermanto.

Sementara itu, Kepala Pasar Sandang Tegalgubug Khoeron membenarkan adanya kesepakatan tersebut. Pihaknya sudah mensosialisasikan hasil kesepakatan tersebut. “Pedagang yang menempati bahu jalan sepanjang sekitar 1 Km berjumlah sekitar 500. Nanti akan kita sosialisasikan masuk ke dalam. Kalau total los dan kios di Pasar Tegalgubug sekitar 5.000. Dan pedagangnya berjumlah sekitar 10.000-an. Yang menempati bahu jalan sekitar 500,” ujarnya.

Sementara itu, setelah mengecek Pasar Tegalgubug, rombongan Polres Cirebon Kabupaten melanjutkan perjalan masuk ke tol menuju ke Losari. Sampai di rest area KM 228, tepatnya di Ciledug. Rombongan berhenti dan mengecek lokasi yang akan dijadikan sebagai rest area.

Kapolres mengatakan, jalur tol di wilayah Kabupaten Cirebon pihaknya akan mempersiapkan beberapa pos pengamanan. Tetutama Pos Palimanan, Rest area KM 228a, dan KM 228b. “Jadi dua rest area 228, akan kita gunakan pada arus mudik dan balik pada saat one way. Pada saat one way mudik, keduanya juga akan kita fungsikan. Nanti, masyarakat bisa masuk area. Begitu arus balik, sama pada saat one way kita gunakan,” jelasnya.

Di tol, Kapolres juga akan menempatkan 50 personel di masing-masing pos yang dibagi menjadi 3 shift. Tidak hanya itu, ratusan personel juga ditempatkan di tol sebagai tim urai. “Jadi total ada 250 personel yang akan kita terjunkan di tol. Termasuk tim urai. Jadi, kalau ada kemacetan di tol, ada bebeberapa kendaraan bertindak rekayasa jalur,” terangnya.

Kapolres juga memastikan semua proses pembangunan atau perbaikan infrastruktur jalan yang sedang berjalan akan berhenti pada H-7. Setelah mengecek jalur tol, kapolres dan rombongan pun melanjutkan perjalan menuju ke pasar tumpah wilayah Cirebon timur. Seperti di pasar tumpah Losari dan Gebang. “Titik kemacetan di jalur arteri ada beberapa titik (di wilayah hukum Polres Cirebon Kabupaten, red). Di antaranya empat pasar tumpah. Tegalgubug, Weru, Gebang, terkhir di Losari,” pungkas kapolres. (cep)