Semarak Milad Ke-16 Smanester, Helat Turnamen Futsal dan Pagelaran Sandiwara

SEMARAK MILAD: Kepala SMAN 1 Terisim Daryam SPd MPd foto bersama tim peserta turnamen Smanester Futsal Cup 2019 antar pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Indramayu. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
SEMARAK MILAD: Kepala SMAN 1 Terisim Daryam SPd MPd foto bersama tim peserta turnamen Smanester Futsal Cup 2019 antar pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Indramayu.FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-SMA Negeri 1 Terisi (Smanester) memperingati hari jadinya yang ke-16 tahun. Untuk menyemarakan milad, OSIS Smanester menggelar beragam event.

Diantaranya turnamen Smanester Futsal Cup 2019 antar pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Indramayu dihelat selama 3 hari, Jumat-Minggu (8-10/3).

Sebanyak 32 tim ambil bagian dalam kejuaran memperebutkan piala bergilir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX itu.

Sebelumnya, masih dalam rangkaian menyemarakkan hari ulang tahun, gugus depan (Gudep) Wirahandaka dan Nyi Mas Tunjunggebang SMAN 1 Terisi sukses menghelat lomba pramuka tingkat penggalang SMP/MTs sederajat se-Provinsi Jawa Barat.

Bertajuk Smanester Scout Challenge IV (SSC4) IV tahun 2018, event rutin tahunan itu mendapat respons luar biasa dari para peserta. Panitia mencatat, sebanyak 790 peserta dari 79 regu putra-putri ambil bagian dalam kompetisi memperebutkan trofi bergilir Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat.

“Semarak milad ke-16 ini kita adakan secara berkesinambungan supaya tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar di sekolah,” ucap Daryam, Senin (11/3).

Selain menggelar event untuk kalangan eksternal, civitas akademika Smanester juga mengadakan acara internal yang tidak kalah meriah, yakni pagelaran sandiwara.

Acara yang diikuti siswa kelas XII program IPA dan IPS ini merupakan ajang dalam mendorong peserta didik untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang seni budaya sekaligus ujianpraktik mata pelajaran seni budaya, sejarah dan bahasa Indonesia.

Pagelaran sandiwara ini mengangkat tema legenda budaya lokal bertempat dilapangan olahraga Smanester itu berlangsung semarak dan penuh kreativitas.

“Pagelaran sandiwara ini sengaja diadakan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah serta pembentukan karakter anak didik. Melalui wadah seperti ini, sekolah memberikan wadah bagi anak didik untuk berekspresi dan berkreasi seni.

Untuk konsep, sengaja diangkat budaya lokal agar anak-anak semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya,” terang Daryam.

Menurutnya, sudah sepatutnya civitas akademika Smanester turut berperan aktif dalam upaya melestarikan budaya daerah yang memiliki ragam dan ciri khas masing-masing.

“Terlebih saat ini, banyak anak-anak muda yang buta budayanya gara-gara modernisasi. Wawasannya dangkal soal kesenian serta kebudayaan. Ini ancaman serius sebenarnya kalau tidak ada upaya untuk mewujudkan kecintaan mereka terhadap seni budaya lokal,” tegasnya. (kho)