Setiap Hujan, Ruas Jalan Wilayah Kecamatan Susukan Terendam Air

BANJIR-SUSUKAN
TERENDAM: Jl Desa Ki Bagus Rangin, Desa Bojong Kulon dan Jalan Desa Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, terendam banjir, Selasa (8/1). FOTO: ADE GUSTIANA/ RADAR CIREBON

CIREBON – Hujan deras yang mengguyur Cirebon dan sekitarnya, Selasa sore (8/1), membuat sejumlah ruas jalan di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, terendam air. Ketinggiannya mencapai 10-25 cm.

Seperti yang terjadi di Jalan Ki Bagus Rangin, Desa Bojong Kulon. Jalan penghubung antara Desa Kedondong dengan Desa Bojong Kulon itu, tergenang air setelah hujan lebat melanda wilayah tersebut. Ketinggiannya mencapai sekitar 20 cm.

Pantauan Radar CirebonĀ di lokasi, sejumlah pengendara motor dan mobil terlihat memperlambat kendaraan ketika melintas di genangan air dengan panjang jalan yang terendam sekitar 150 cm. Tidak terlihat motor yang mogok di tengah jalan, karena ketinggian air yang tergolong masih rendah.

Salah satu pengendara motor asal Desa Gintung Kidul yang kerap melintasi jalan tersebut, Hamdan (30), mengatakan, saat melintas jalan itu setelah hujan lebat, seringkali air menggenangi dan mengganggu perjalanannya. Ditanyakan penyebab pasti, pria dua orang anak itu mengaku tidak mengetahuinya secara gamblang.

“Kalau penyebab pastinya sih nggak tahu. Mungkin karena sumbatan sampah di sekitar saluran air atau karena kurangnya resapan air di wilayah setempat. Setiap kali saya lewat sini setelah hujan, kondisinya selalu seperti itu. Walaupun gak berlangsung lama,” ujarnya kepada Radar, kemarin (8/1).

Tidak jauh dari jalan itu, hal serupa terjadi di Desa Susukan. Tepatnya arah dari Desa Susukan menuju Desa Bunder. Selain air yang menggenang, jalan terjal akibat aspal yang terkelupas, turut menambah penderitaan pengendara yang melintas pasca hujan lebat sore kemarin. Pengendara yang melintas, dituntut hati-hati dan memelankan kendaraannya.

“Karena nggak keliatan, pas saya lewat tahunya ada lubang sampai kaget hampir jatuh. Saya beberapa kali lewat sini, ya memang jalannya rusak. Cuma tadi nggak keliatan karena banjir,” ujar Udin, warga setempat.

Masih di Kecamatan Susukan, genangan air menyambut ketika memasuki Desa Ujunggebang. Sepanjang 200 meter ruas jalan di desa tersebut, tidak terlihat karena tertutup genangan air.

Salah satu warga Blok Lebu, Desa Ujunggebang, Beben mengatakan, kondisi seperti itu sudah berlangsung dari tahun ke tahun setelah hujan deras turun. Penyumbatan dan pendangkalan saluran air, kata Beben, menjadi penyebab utama air meluber hingga ke jalan utama.

Ia juga berharap ada solusi yang dapat mengatasi parmasalahan itu. Karena selain mengganggu aktivitas lalu lintas, genangan air akan merusak kontur jalan.

“Setiap hujan gede pasti banjir. Sudah dari tahun ke tahun kondisinya seperti itu. Penyumbatan saluran air karena sampah, jadi penyebabnya. Meski sudah lama, belum ada solusi yang pasti mengatasi ini,” tukasnya. (ade)