Siloam Hospitals Catatkan Kenaikan Laba Hingga 13 Persen

SILOAM-HOSPITALS
Chief Financial Officer (CFO) Daniel Phua (kiri),Presiden Direktur Ketut B. Wijaya (tengah), dan Managing Director Anang Prayudi (kanan) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018 PT Siloam Hospitals Tbk di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Jumat (15/3). Foto: Radhea Heqamudisa

JAKARTA – PT Siloam Hospitals Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018 di Hotel Aryaduta Lippo Village, Karawaci, Tangerang Selatan, Jumat (15/3). Dalam RUPST tersebut, menghasilkan beberapa keputusan di antaranya kebijakan mengenai deviden dan pergantian komisaris serta direksi.

Presiden Direktur Siloam, Ketut Budi Wijaya menyatakan, di tahun ini Siloam Hospitals tidak membagikan deviden seperti di tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan, lanjut Budi, hasil deviden akan dipergunakan untuk pengembangan rumah sakit Siloam selanjutnya.

“Itu adalah pengesahan di tahun 2018 juga penggunaan sisa laba termasuk kebijakan mengenai deviden. Di mana kami mendapatkan persetujuan di tahun ini, kami tidak membagikan deviden, dan akan dipergunakan untuk pengembangan rumah sakit,” ujar Budi Wijaya.

Dalam RUPST itu, PT Siloam Hospitals menunjuk kepemimpinan baru di Dewan Direksi  Siloam dengan mengangkat Daniel Phua sebagai Chief Financial Officer (CFO) menggantikan Budi Raharjo Legowo yang mengundurkan diri. Selain itu juga, menetapkan Monica Surjapranata sebagai direktur eksekutif daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah di Siloam Hospitals Group.

Siloam juga mengumumkan penambahan anggota Dewan Komisaris dengan menyambut Kartini Sjahrir sebagai komisaris independen. “Ada beberapa pergantian komisaris dan direksi, ada beberapa yang mengundurkan diri tentu kami langsung mengganti dengan direksi-direksi yang baru. Tadi ada Ibu Sjahrir pengganti komisaris, direksi ada dua bapak Daniel Puah dan Ibu Monica Lembong,” tambah Budi

Pada tahun 2018, PT Siloam Hospitals mencatatkan kenaikan sebesar lebih 12% pada Pendapatan Operasional Bruto (GOR) menjadi Rp 5,96 triliun. Serta  lebih 13% peningkatan pada Pendapatan Operasional Bersih (NOR) menjadi Rp 4,49 triliun.

Di tahun yang sama, Siloam melayani lebih dari 2,3 juta pasien rawat jalan dan menerima 206 ribu pasien rawat inap. Artinya, meningkat masing-masing 8% dan 11% dibandingkan tahun 2017.

“Terima kasih kepada semua pasien yang memilih untuk meletakkan kepercayaan akan kesehatan mereka di Rumah Sakit Siloam pada tahun 2018. Kami menghormati dan menghargai kepercayaan itu dan kami akan terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik di seluruh Indonesia,” ungkap Budi.

Sementara itu, Komisaris Utama Siloam, John Riady mengungkapkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kinerja operasional dan keuangan yang kuat dari Siloam.

“Ini merupakan hasil kerja keras yang konsisten dari tim manajemen kami dan dari pihak pendukung lainnya. Saya ingin berterima kasih kepada para regulator dan pemerintah atas tindakan terstruktur dan usaha bersama mereka untuk memperluas harapan dalam perawatan kesehatan yang lebih baik di negara yang besar dan beragam ini,” ungkapnya.

“Saya ingin berterima kasih juga kepada pemegang saham kami atas dukungan mereka yang berkelanjutan terhadap Siloam, dan saya berharap untuk pertumbuhan finansial dan operasional lebih lanjut di tahun 2019,” John Riady menambahkan.

PT Siloam Hospitals akan menambahkan empat rumah sakit baru ke dalam jaringan, yaitu Siloam Jember, Siloam Lubuk Linggau, Siloam Semarang, dan Siloam Palangkaraya. Hingga 2018, Siloam terus menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan dengan mengoperasikan sebanyak 34 rumah sakit yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia. (heq/rls)