Simpang Untag Perlu Dipasang Traffic Light

0-OK-okri--macet-pertigaan-perjuangan
Kendaraan memadati Jl Terusan Pemuda ke arah Jl Perjuangan, Jumat (9/11). Kemacetan semacam ini selalu terjadi di sore hari.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon telah melakukan pengkajian terkait dengan kepadatan yang terjadi di beberapa persimpangan. dua persimpangan menjadi titik perhatian yakni persimpangan Untag (Jl Perjuangan- Jl Yudhasari) dan Persimpangan Jl Perumnas-Kalijaga.

Ruas Jalan perjuangan memang sering dikeluhkan karena kepadatan yang terjadi sudah cukup parah terlebih pada saat saat jam sibuk seperti pagi dan sore terlebih dengan keberadaan parkir di sisi kiri-kanan jalan yang membuat kepadatan semakin parah. Selain itu, ketiadaan traffic light juga membuat simpang untag tampak semakin semrawut. Namun begitu, masyarakat, khususnya pengendara tampaknya harus sedikit bersabar.

Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Cirebon Gunawan ATD DEA mengatakan, untuk pengadaan traffic light di di simpang Untag maupun simpang Perumnas-Kalijaga pihaknya belum bisa menganggarkan untuk tahun anggaran 2019 ini meskipun traffic light di dua persimpangan itu sudah sangat urgen keberadaanya.

“Kalau dari masalahnya sih sudah waktunya (ada traffic light) tetapi kita usulkan perubahan anggaran di tahun 2020. Cuma untuk di simpang empat Perumnas-Kalijaga kemungkinan antrian akan semakin panjang. karena disitu Cuma satu lajur dan jalanya sempit,” Kata Gunawan saat ditemui di kantornya.

Gunawan menjelaskan dalam melakukan kajian terhadap persimpangan, pihaknya menggunakan hirarki Persimpangan. Adapun hirarki persimpangan yang pertama yaitu jika volume lalu lintas masih sepi, makapersimpangan cukup dikendalikan dengan rambu simpang prioritas. Rambu simpang prioritas sendiri ada dua jenis yakni rambu stop atau segitiga terbalik. “Rambu prioritas segitiga terbalik ini bisa dilihat di Jl Moh Toha, sedangkan stop ada di simpang perjuangan-by pass,” tuturnya.

Lanjutnya, jika lalu lintas kendaraan lebih besar maka pengendalian tidak cukup hanya dengan rambu prioritas. Sehingga dibutuhkan petugas untuk mengatur lalu lintas. Dengan catatan kemacetan hanya terjadi pada jam tertentu dengan durasi yang tak lama.

Nah di simpang Untag itu, kita sudah menyiagakan personil Dishub untuk mengatur lalu lintas. setiap jam 06.00 sampai dengan jam 08.00 yang kita namakan operasi 68, tetapi ternyata kepadatanya tidak hanya di jam tertentu, tapi dari pagi sampai sore. Makanya di situ sudah waktunya dipasang APIL karena kalau petugas kita yang sepanjang hari berjaga disitu, pasti capek,” terangnya. (awr)