Singapura Waspada Kabut Asap

KABUT-ASAP
PENERBANGAN TERHENTI: Kabut asap yang kerap terjadi di Indonesia, menyebabkan sejumlah negara tetangga, terutama Singapura dan Malaysia memperkuat kesiagaan karena sering terkena dampak. FOTO: DOK. RADAR CIREBON

JAKARTA – Badan Meteorologi Singapura (NEA) menerbitkan peringatan, serbuan kabut asap dalam beberapa hari ke depan pada pekan ini, menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Seperti dilansir The Straits Times, Kamis (8/8), NEA menyatakan mereka saat ini terus memantau jumlah titik api di Sumatera dan Kalimantan serta arah angin. Mereka khawatir angin bakal bertiup ke arah tenggara dan selatan dan akan membawa kabut asap.

Kondisi cuaca di Singapura saat ini kerap diguyur hujan ringan pada sore hari. Mereka akan memantau selama 24 jam Indeks Standar Polusi (ISP) untuk menentukan apakah udara Singapura berbahaya karena kabut asap atau tidak.

“Dari pantauan kualitas udara saat ini, seluruh penduduk masih bisa beraktivitas normal,” kata NEA, Kamis (8/8).

Sedangkan Badan Meteorologi Malaysia sudah lebih dulu menerbitkan peringatan supaya penduduk di pantai barat semenanjung dan Negara Bagian Sarawak bersiap menghadapi kabut asap. Kondisi itu disebabkan oleh meluasnya titik api dan wilayah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera.

Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes Malaysia, dr Noor Hisham Abdullah, menyatakan kegiatan di luar ruangan bakal memicu pernafasan bekerja lebih keras dan menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, sehingga mudah terjangkit penyakit yang dipicu kabut asap dan cuaca panas.

“Saya meminta penduduk mengenakan masker dan payung atautopi jika harus berkegiatan di luar ruangan. Hisham meminta penduduk memperbanyak minum air putih,” katanya. (der/fin)