Siswa SMA Sekar Kemuning Berprestasi Tingkat Nasional dan Provinsi Jabar

Puji Akbar P, Puja Galih P, dan Farel Nouval Azhari meraih juara ketiga lomba Desain Alat PeragaBiologi tingkat Jawa Barat foto bersama Kepala SMA Sekar Kemuning, Kota Cirebon Abdul Majid. (kanan) Daffa Alfarezi memperlihatkan medali perak dan piagam Kejuaraan Pencak Silat Kuningan Open II. FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM
Puji Akbar P, Puja Galih P, dan Farel Nouval Azhari meraih juara ketiga lomba Desain Alat PeragaBiologi tingkat Jawa Barat foto bersama Kepala SMA Sekar Kemuning, Kota Cirebon Abdul Majid. (kanan) Daffa Alfarezi memperlihatkan medali perak dan piagam Kejuaraan Pencak Silat Kuningan Open II.FOTO: DEDI HARYADI/RADARCIREBON.COM

CIREBON-Siswa SMA Sekar Kemuning, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan Provinsi Jawa Barat. Adalah Puji Akbar P, Puja Galih P, dan Farel Nouval Azhari meraih juara ketiga lomba Desain Alat Peraga Biologi tingkat Jawa Barat di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kemudian, Daffa Alfarezi yang berhasil menyabet medali perak dalam Kejuaraan Pencak Silat Kuningan Open II dalam kelas F putra kategori usia 17-25 tahun tingkat nasional. Daffa mengaku bangga behasil menyabet medali perak tingkat nasional. “Alhamdulillah saya bisa mengharumkan nama sekolah,” ujar dia, Rabu (28/11).

Dirinya berkeinginan masuk ke Pelatnas di Jakarta. Awalnya ikut pencak silat Merpati Putih di sekolah cuma sekadar untuk olahraga biasa saja. Namun, kemampuannya terus terasah sehingga bisa berlaga di kompetisi.

Sementara itu, Puji Akbar P peraih juara tiga lomba Desain Alat Peraga Biologi tingkat Jawa Barat menuturkan, dirinya bersama timnya berhasil membuat simulasi dampak dari pemanasan global. “Sebenarnya ada banyak dampak pemanasan global, tapi kita ambil salah satunya yaitu mencairnya es di kutub. Awalnya kami tidak mengira akan juara tiga, karena dari awal kami hanya mencari manfaat dan  sebagai media pembelajaran dari ikutnya perlombaan ini, ternyata kami lolos juara tiga,” tuturnya.

Puji mengaku banyak beberapa kendala dalam mengumpulkan bahan baku dan referensi dalam membuat desain alat peraga biologi tersebut. “Karena kami tinggal di sini (kampus,red) susah keluar untuk mencari bahan baku bikin alat peraga, kemudian juga kesulitan mencari makalah-makalah (referensi, red), dan ini yang baru pertama kali. Tapi berkat bantuan dari pihak sekolah, Alhamdulillah semuanya lancar,”akunya.

Masih di itempat yang sama Kepala SMA Sekar Kemuning, Kota Cirebon, Abdul Majid merasa senang siswanya berprestasi di tingkat nasional maupun Provinsi Jawa Barat. “Syukur alhamdulillah, saya sebagai kepala sekolah merasa bangga siswa kami meraih prestasi di tingkat nasional dan provinsi. Hal ini tentunya akan meningkatkan semangat, sportivitas dan motivasi bagi siswa lainnya untuk mengukir prestasi lebih baik lagi,” ujarnya didampingi Ade Agus Gunawan, pelatih silat Merpati Putih di SMA Sekar Kemuning.

Menurutnya, semua prestasi yang di dapat siswanya itu tidak terlepas dari pembinaan rutin yang dilakukan para guru SMA Sekar Kemuning. Di SMA Sekar Kemuning seluruh siswanya diwajibkan minimal mengikuti satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di sini. Dengan kegiatan ekstrakuler sebagai media penyaluran bakat minat siswa. “Kita berharap ke depannya lebih banyak lagi siswa  mengukir prestatasi, baik bidang akademik maupun non akademik,” pungkasnya. (rdh)