Siswa SMAN 1 Rajagaluh Raih Nilai 100 Bahasa Jepang, Lulus 100 Persen, Siap Terima Peserta Didik Baru

GEDUNG BARU: Kepala SMAN 1 Rajagaluh Drs Enjen Jaenal Alim MPd meninjau gedung baru SMAN 1 Rajagaluh yang megah dan representatif. FOTO: ALMUARAS/RADAR MAJALENGKA
GEDUNG BARU: Kepala SMAN 1 Rajagaluh Drs Enjen Jaenal Alim MPd meninjau gedung baru SMAN 1 Rajagaluh yang megah dan representatif. FOTO: ALMUARAS/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA- Siswa kelas XII SMAN 1 Rajagaluh lulus 100 persen. Atas raihan itu, Kepala SMAN 1 Rajagaluh Drs Enjen Jaenal Alim MPd merasa bersyukur dan bangga.

Mengingat, salah satu siswanya bernama Yuli Yulistiani meraih nilai sempurna pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Bahasa Jepang yakni 100 dan diterima melalui SNMPTN di UNDIP Semarang.

Dikatakan Enjen, di tahun 2019, ada 18 siswanya yang diterima di perguruan tinggi negeri. “Kami memiliki visi mewujudkan sekolah unggul dalam prestasi akademik, non akademik, berkarakter, sehat lingkungan dan berjiwa wirausaha berlandaskan iman dan takwa,” beber Enjen, kemarin.

Dia bersyukur 371 siswanya seratus persen lulus. Dibeberkan Enjen, untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/2020, SMAN 1 Rajagaluh termasuk ke dalam zonasi C.

Sehingga untuk calon peserta didik yang berasal dari zona C yakni Kecamatan Leuwimunding, Palasah, Rajagaluh, Sindangwangi, Sindang, Sukahaji, Sumberjaya, Jatiwangi, Cigasong Kabupaten Majalengka serta Dukupuntang dan Palimanan Kabupaten Cirebon bisa mendaftar di SMAN 1 Rajagaluh. Adapun pelaksanaan pendaftaran mulai tanggal 17-22 Juni 2019.

“Kami siap menerima calon peserta didik baru tahun pelajaran 2019-2020, dengan gedung baru yang representatif, fasilitas pembelajaran yang lengkap dan tenaga pengajar yang professional. Kami siap melayani peserta didik meraih cita-citanya,” ujarnya.

Ditambahkan Enjen, kuota siswa baru di SMAN 1 Rajagaluh sebanyak 11 rombongan belajar dengan masing-masing kelas sebanyak 36 siswa. Komposisi siswa baru adalah 90 persen dari zonasi, 5 persen prestasi dan 5 persen perpinrahan orang tua/wali siswa. (ara/adv)