Slamet Ramadan si Macan Kumbang Berasal dari Tangkuban Prahu

MACAN-KUMBANG-2
Slamet Ramadan si Macan Kumbang dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Selasa (9/7). Screenshot/radarcirebon.com

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat baru saja melepasliarkan Slamet Ramadan si Macan Kumbang di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Selasa (9/7). Macan yang sempat ditangkap warga di wilayah Subang, itu sebulan sebelumnya sempat mendapat penanganan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga, Sukabumi.

Kepala BKSDA Jawa Barat Ami Nurwati menyebutkan, Macan Kumbang itu turun dari Gunung Tangkuban Parahu. Itu diduga disebabkan faktor ketersediaan pakan yang mulai berkurang atau mungkin juga karena merasa terancam oleh lingkungan atau kalah persaingan dengan ‘senior’.

BKSDA memilih lokasi pelepasliaran di TNGC karena berdasarkan hasil kajian ekologi dan sosial budaya, kawasan itu menjadi lokasi paling ideal untuk tempat tinggal Macan Kumbang. “Mengingat ketersediaan pakan masih sangat banyak seperti babi hutan, rusa, dan lainnya,” ujar Ami.

Baca:

Dilepasliarkan, Slamet Ramadan si Macan Kumbang Jadi Penghuni Baru Gunung Ciremai

Slamet Ramadan si Macan Kumbang yang Pemalu, Tak Suka Menyerang Manusia

Senada disampaikan Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Ditjen KSDAE Kementerian LHK, Indra Exploitasia. Ia mengatakan, TNGC sebagai lokasi rilis karena pertimbangan penyebaran Macan Tutul Jawa.
Dia menyebut masih adanya populasi macan tutul, setidaknya ada tiga hingga empat ekor di kawasan Gunung Ciremai. Selama ini bisa hidup berdampingan dengan masyarakat.

“Selain itu mempertimbangkan aspek ekologi dan sosial budaya di sini juga sudah sangat mendukung. Dari hasil sosialisasi dengan masyarakat juga ternyata mampu hidup berdampingan dengan satwa. Sehingga hal ini yang menjadi pertimbangan utama pelepasliaran dilaksanakan di TNGC,” ungkap Indra. (fik)