Soal Barang Pasien yang Hilang, Begini Penjelasan Dirut RSUD Gunung Jati

ILUSTRASI-RSUD Gunung Djati Kota Cirebon

CIREBON-Dugaan hilangnya barang berharga milik keluarga pasien di RSD Gunung Jati Cirebon coba diklarifikasi langsung Direktur Utama (Dirut) RSUD Gunung Jati dr Bunadi. Ia mengaku sempat menerima pesan singkat dari beberapa orang yang menyebutkan adanya tindakan pencurian di rumah sakit.

“Saya hanya melihat sekilas pesan singkat itu. Saya kira rumah sakit yang kebobolan, pencurian. Saya langsung ke rumah sakit,” ujar Bunadi kepada Radar Cirebon, Minggu (10/2). Tiba di rumah sakit, ia memanggil kepala satpam bernama Udin dan beberapa anak buahnya. Dari keterangan Udin, sambung Bunadi, ternyata bukan RS yang terkena pencurian, namun keluarga pasien yang tengah tidur di luar ruang perawatan.

Direktur RSD Gunung Jati dr H Bunadi MKM
Direktur RSD Gunung Jati dr H Bunadi MKM

Di luar ruangan perawatan, lanjut Bunadi, tak terjangkau pantauan CCTV. Sehingga tidak ada file yang merekam terjadinya pencurian. Ia menyebut lorong rumah sakit bukan untuk tidur. Keterangan dari keluarga, masih kata Bunadi, tidak ada uang dalam tas yang raib itu. Hanya berupa dokumen dan surat-surat penting.

Pihaknya sudah mengundang wartawan guna mengklarifikasi pemberitaan di media-media. Ini dilakukannya untuk menunjukkan bahwa di luar ruang perawatan tidak terdapat CCTV. Sehingga kejadian itu di luar sepengetahuan pihaknya. “Bukan CCTV rusak atau tidak berfungsi. Memang tidak ada CCTV di situ,” katanya.

Terkait salah paham yang terjadi di lobi rumah sakit  antara pihak keamanan dengan awak media, Bunadi pun memohon maaf atas kejadian itu. “Sudah diselesaikan. Untuk itu kejadian pencurian ini sebagai evaluasi manajemen. Selain mengintensifkan keamanan, kami akan mengedukasi keluarga pasien agar tidak tidur di lorong RS,” ucapnya.

Bunadi juga meminta agar permasalahan ini tidak melebar ke mana-mana. “Bilamana keluarga pasien kurang puas bisa menghubungi kami,” pungkasnya. (gus)