Soal Pemindahan Ibu Kota Jabar, Ridwan Kamil Bilang Jangan Bahas Terlalu Jauh

Ilustrasi

SUKABUMI-Pro-kontra terkait wacana pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, ternyata menggelitik Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus sosok yang mewacanakan rencana tersebut ke publik.

Di hadapan puluhan wartawan saat kunjungan kerja di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/9), suami dari Atalia Praratya ini kembali menegaskan yang ia ketengahkan ke publik bukanlah pemindahan ibukota provinsi, melainkan pusat pemerintahan. “Saya ulangi ya, media harus proporsional,” tegasnya.

Dia menjelaskan, saat Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda RTRW) tahun 2019-2029 disahkan oleh rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, di dalam Perda RTRW tersebut Pemdaprov Jabar diperintahkan untuk melakukan kajian terhadap semua proyeksi pembangunan. “Seperti jalur transportasi, wilayah industri baru, termasuk kajian rencana pemindahan pusat pemerintahan, bukan ibu kota provinsi,” jelasnya.

Lebih jauh, Kata Emil- sapaan Ridwan Kamil, semua keputusan terkait proyeksi pembangunan, khususnya rencana pemindahan pusat pemerintahan, harus menunggu hasil kajian. “Apakah tetap di Bandung atau membangun pusat pemerintahan yang baru kita belum tahu. Jadi, jangan membahas terlalu jauh, karena perintahnya tolong buat kajian,” katanya.

Ditambahkan, hasil kajian nanti bisa berupa rekomendasi yang mengharuskan membuat pusat pemerintahan baru atau bisa juga bertahan, seperti yang saat ini tengah digunakan. “Jangan dibahas pindahnya ke kota apa, itu belum,” tandasnya.

Halaman: 1 2

Berita Terkait