Soal TPS Ilegal, Imbauan Saja Tidak Cukup

Pengendara melintasi TPS ilegal di Jl Terusan Pemuda. Jl Terusan Pemuda menjadi sasaran empuk pembuangan sampah karena banyak terdapat lahan kosong. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Imbauan saja tidak cukup. Papan larangan membuang sampah di sebuah tanah kosong di Jl Terusan Pemuda, adalah buktinya. Plang yang dipasang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) beberapa bulan terakhir, tak mampu menghentikan oknum warga. Mereka terus menimbun sampah yang kian hari meluber ke trotoar dan badan jalan.

Dari pantauan Radar Cirebon, di Jl Terusan Pemuda sedikitnya terdapat dua lokasi TPS ilegal. Padahal ruas jalan ini cukup padat dilalui kendaran setiap harinya. Keberadaan tumpukan sampah tentu mengganggu warga setempat juga pengendara.

Warga setempat, Aisyah (33) mengeluhkan timbunan sampah yang semakin banyak. Padahal, warga di kawasan tersebut tidak ada yang menggunakan lahan kosong untuk membuang sampah. “Ini pasti orang dari luar. Tapi nyampahnya di sini,” ucap dia.

Hal serupa juga dikeluhkan Santoso (24). Jl Terusan Pemuda adalah perlintasan terutama dari kawasan permukiman di perbatasan kota maupun di sepanjang Jl Perjuangan. Sayangnya, area yang seharusnya bersih ini dipenuhi sampah. “Kemarin nggak sampai seberang jalan. Ini sekarang sampahnya sampai ke seberang jalannya. Prihatin sekali sih,” ungkapnya.

Ketua RW 10 Yudha Sari, Karim yakin tumpukan sampah itu bukan berasal dari warganya. Sebab, warga di komplek PDK sudah memiliki petugas sampah sendiri. Di mana sampah langsung dibuang ke TPS. Dia juga kerap menggerakan warga untuk kerja bakti, bersama-sama untuk membersihkan lokasi TPS ilegal tersebut. Tetapi, sampah rupanya terus berdatangan.

Menyikapi hal tesebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Drs H RM Abdullah Syukur MSi mengatakan, kesadaran masyarakat untuk berperilaku bersih masih kurang. Membuang sampah pada tempatnya seolah menjadi hal yang seolah sangat sulit untuk dilaksanakan. “Ya itu lah. Yang terpenting kan sama-sama menyadari. Tempat sampah sudah disediakan, petugas sampah ada. Kenapa gitu kan masih saja buang sampah di tempat tempat yang semestinya,”ujarnya.

Syukur berharap masyarakat kian sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, untuk mengatasi timbulnya TPS liar, ia meminta ada komitmen dari warga sekitar untuk menjaga lingkungannya agar tidak menjadi sasaran bagi orang orang yang tidak bertanggung jawab.

Ia mencontohkan, di Jalan Katiasa, sebelumnya terdapat TPS liar yang sangat mengganggu masyarakat sekitar. Namun karena masyarakat berkomitmen untuk menjaga lingkunganya, warga yang sebelumnya tanpa segan membuang sampah, menjadi segan dan tidak ada lagi yang membuang sampah ke daerah itu. “Memang pengawasanya yang susah. Yang membuang sampah juga biasanya beraksi saat lokasi sepi. Tapi kalau masyarakatnya kompak, insya Allah nggak akan ada lagi yang membuangnya ke situ,” katanya. (awr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait