Solusi Cegah Tawuran, Sekolah Mencontoh Pondok Pesantren

tawuran
ILUSTRASI TAWURAN PELAJAR

CIREBON-Menanggapi solusi cegah tawuran pelajar, Bendahara Dewan Pendidikan Kota Cirebon H Jaelani MPD merasa bahwa sekolah tingkat menengah atas meski mencontoh pendidikan di pesantren. Karena di pesantren, tidak pernah ada kasus perkelahian masal antar santri.

“Kalau santri lagi jalan, siapapun tamunya, pasti santri itu berhenti sambil menundukan kepala. Itu salah satu ciri deal dari akhlak. Dari pendidikan karakter itu,” jelasnya.

Soal tawuran antar pelajar kembali marak, sejauh ini memang belum ada upaya pasti untuk menengahi. Apalagi, instruksi tawuran ini kian berkembang. Medium perselisihan juga meluas. Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy menyebut, instruksi tawuran berawal dari media social. “Ini kenakalan remaja. Jadi memang saat sekarang ini dipacu atau di percepat dengan adanya media social,” kata Kapolres.

Sekolah, dikatakan Kapolres, sangat berperan. Yakni harus mampu memberikan pemahaman-pemahaman untuk mencegah siswanya terlibat dalam tawuran. Mulai dari tingkah laku, budi pekerti, etika, dan lain sebagainya.

Roland menuturkan, saat ini pihaknya dengan para pelajar layaknya ‘kucing-kucingan’. Di mana pelajar selalu mencari celah dan kelengahan Polisi untuk kembali melakukan tawuran. Untuk itu, Polres Cirebon Kota dengan rutin menggelar patroli, guna melakukan pencegahan di tempat dan lokasi yang memang rawan.

Namun, upaya polisi juga sepertinya tidak menyentuh subtansi persoalan. Roland menyebutkan, Polisi rutin sosialisasi kepada sekolah-sekolah, termasuk memasang banner untuk mencegah adanya tawuran pelajar. Bagi mereka yang dikedapati tertangkap saat sedang tawuran, Polres Cirebon Kota akan memberikan pembinaan dengan mengamankan yang bersangkutan dan memanggil orang tua pelajar tersebut. (gus/ade)

Berita Terkait