Stok Beras Aman Sampai Lebaran

Bulog-stok-beras
Ilustrasi. Foto Dok. radarcirebon.com

JAKARTA – Perum Bulog memastikan, ketersediaan beras jelang hari raya Idu Fitri 2019 sangat mencukupi. Stok beras yang dimiliki Perum Bulog saat ini, sudah melebih 2 juta ton.

“Stok yang dikuasai Bulog lebih dari 2 juta ton dan ini tersebar merata di gudang-gudang yang ada di seluruh Indonesia. Kami merasa itu sudah sangat mencukupi hingga Lebaran nanti,” kata Sekretaris Perusahaan Bulog Arjun Ansol Siregar, Sabtu (25/5).

Selain itu, Bulog juga sudah melakukan operasi ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH), untuk menahan laju kenaikan komoditi pangan seperti beras, gula, minyak goreng, terigu, dan daging sapi.

Dengan demikian, cadangan beras pemerintah yang dikuasai oleh Bulog itu, kemudian digunakan KPSH secara reguler, berkelanjutan dari bulan ke bulan. “Ini tentu menyesuaikan seperti apa tingkat kenaikan harga yang terjadi pada bulan itu. Kalau harganya memang lebih tinggi maka saat itu mungkin penyerapan atau KPSH itu bisa lebih besar,” terangnya.

Arjun juga mengatakan bahwa stok beras pemerintah saat ini tersebar merata di seluruh Indonesia. Itu sesuai penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga.

“Saat ini yang kita kuasai stok itu mulai dari beras, gula, minyak goreng, terigu, dan daging sapi. Tentu stok ini tersebar merata di seluruh Indonesia dan saat ini juga sesuai dengan penugasan pemerintah,” tuturnya.

Menurut data Bulog, pada bulan lebaran nanti diprediksi terdapat kenaikan permintaan beras sebanyak 3-20 persen. Namun, data Bulog memperkirakan harga beras terjaga di angka Rp11.500 per kg pada Mei-Juni mendatang.

Detailnya pada April harga beras diprediksi terus turun hingga Juni. Dari Rp 11.591 per kg di April menjadi Rp 11.377 per kg di Mei dan Rp 11.301 per kg di Juni.

“Perkembangan harga beras trennya kelihatan posisi kita di angka Rp 11.500 per kg. Stok kami di atas 2 juta dan tesebar di seluruh Indonesia,” kata Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri, Imam Subowo.

Kendati demikian, Bulog akan segera menggelontorkan beras ke pasar, bila ada tanda-tanda kenaikan harga. Hal itu akan dilakukan melalui keberadaan stok beras yang dimiliki ke-26 divre di seluruh Indonesia.

“Kalau ada gejala naik, Bulog tak harus menunggu kenaikan yang signifikan tetapi dapat langsung menjalankan perannya menjaga pasokan pasar,” pungkasnya. (der/fin)

Berita Terkait