Sultan Klaim Stadion Bima Milik Kasepuhan

KawasanKota Cirebon masih menunggu naskah hibah dari pemerintah pusat untuk penyerahan aset KSB. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba Keraton Kasepuhan mengklaim sebagai pemilik Kawasan Stadion Bima (KSB) Kota Cirebon. Sultan Sepuh PRA Arief Natadiningrat SE bahkan sudah berkirim surat ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Isinya, menerangkan bahwa lahan KSB adalah milik Keraton Kasepuhan.

Sultan Sepuh menjelaskan, KSB dulu bernama tanah Kagungan Sunyaragi. Areanya membentang mulai dari Jl Dr Cipto Mangunkusumo, Jl Kalitanjung, Jl Penggung Raya dan Jl Kesambi Raya. Otomatis, di dalamnya termasuk Stadion Bima dan sekitarnya.

“Asal muasalnya tanah itu sebelum ada Kota Cirebon. Luasnya 337 hektare, termasuk di dalamnya Komplek Stadion Bima,” ujar Sultan Sepuh, yang ditemui di sela peletakan batu pertama pembangunan Perpustakaan UGJ, Rabu (9/10).

Dalam surat tersebut, kata Sultan, isinya memohon tanah di Stadion Bima untuk dikelola Keraton Kasepuhan sebagai pemilik awal. Soal tiba-tiba mengklaim Stadion Bima adalah milik Keraton Kasepuhan, ia menegaskan hal itu tidak tepat. Sebab, surat sudah dilayangkan 1-2 tahun yang lalu.

Tidak hanya itu, Keraton Kasepuhan juga pernah mengajukan ke PT Pertamina. Juga ke PLTG Sunyaragi. Sebab, area perkantoran dan pembangkit listrik tersebut juga lahannya milik Keraton Kasepuhan. “Jadi tidak tiba-tiba. Pengajuannya sejak ayahanda Sultan Sepuh XIII,” katanya.

Sultan Sepuh berdalih, mengajukan permohnan karena ingin mengelola KSB. Ia pun siap mengikuti tata ruang, dan dokumen perencanaan. Juga bisa saja nanti di kerjasamakan dengan pemkot atau pihak ketiga. Apakah akan mengajukan gugatan ke pengadilan? Sultan Sepuh mengaku belum sampai proses perkara. Yang dilakukan baru meminta baik-baik.  Di lain pihak, Pemerintah Kota Cirebon tetap memproses naskah hibah KSB.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Cirebo Drs H Agus Mulyadi MSi mengaku sudah membuat draf dokumen penyerahan hibah Stadion Bima. Dokumen ini ada perubahan, setelah sebelumnya ada masukan dan sedikit perubahan.

Draf dokumen ini, sudah dikirimkan ke Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan. “Tinggal proses finalisasi dan langsung penandatanganan. Rencananya minggu depan Pak Wali ke Jakarta untuk beresin proses administrasi,” kata Gus Mul.

Bila tidak ada kendala, sambung dia, setelah proses itu dokumen hibah Stadion Bima sudah bisa dibawa pulang. “Prosesnya harus sampai ke meja presiden, karena nilai asetnya lebih dari Rp100 miliar. Mudah-mudahan bulan ini Stadion Bima sudah sepenuhnya milik Kota Cirebon,” harapnya. (gus)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait