Sungai Cijangkelok Meluap, 2 Desa di Cibingbin Tergenang, 5 Hektare Sawah Rusak

SUNGAI-CIJANGKELOK-MELUAP
BANJIR: Rumah warga di Cibingbin, Kabupaten Kuningan, terendam banjir bandang saat Sungai Cijangkelok meluap karena hujan deras. Foto: Ist/Radar Kuningan

KUNINGAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Timur Kabupaten Kuningan pada Selasa (23/4) sore menyebabkan air Sungai Cijangkelok meluap dan merendam pemukiman warga di Desa Ciangir dan Sukaharja, Kecamatan Cibingbin. Banjir bandang juga menyebabkan lima hektare sawah milik warga rusak tersapu arus sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir bandang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan turun sangat deras. Warga Desa Ciangir dan Sukaharja sekitar aliran sungai seketika panik saat mengetahui debit air Sungai Cijangkelok yang semakin tinggi hingga akhirnya limpas dan mulai memasuki pemukiman warga di Desa Sukaharja.

“Hujan turun sangat deras sejak pukul 15.00 WIB, sekitar tiga puluh menit kemudian mulai terlihat volume air Sungai Cijangkelok terus naik hingga akhirnya limpas. Warga sekitar aliran sungai langsung panik saat mengetahui air mulai masuk ke pekarangan rumah dan langsung mengemas perabotan dan barang berharga termasuk gabah supaya tidak terendam banjir,” ungkap Aris Bobi salah satu warga Desa Sukaharja kepada Radar Kuningan.

Ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga, kata Aris, mencapai 70 sentimeter atau seukuran lutut orang dewasa. Tak sedikit rumah warga yang kebanjiran hingga air masuk ke dalam namun tidak sampai menyebabkan kerusakan berarti.

“Alhamdulillah hujan reda sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga air langsung surut. Ada beberapa rumah yang sampai kemasukan air, tapi tidak sampai merusak perabotan,” ujar Aris.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Agus Mauludin mengatakan, kejadian banjir bandang di Desa Sukaharja dan Ciangir sudah dalam penanganan timnya. Dari hasil pendataan petugas BPBD, banjir bandang hanya menyebabkan sejumlah rumah warga terendam.

Namun menurut Agus, tidak sampai menyebabkan kerusakan rumah warga. Hanya sebagian tembok penahan tebing (TPT) bibir Sungai Cijangkelok ambrol dan 5 hektare sawah milik warga rusak.

“Kami telah menerjunkan tim ke lokasi untuk menangani banjir bandang di Desa Ciangir dan Sukaharja. Dampak dari banjir tersebut tidak terlalu parah, hanya ada beberapa rumah yang terendam dan lima hektare sawah rusak serta beberapa TPT ambrol,” ujar Agus.

Hingga tadi malam, tim BPBD masih ada di lokasi membantu masyarakat membersihkan lingkungan dari sisa banjir. Di antaranya dengan menyemprotkan air menggunakan pompa untuk menyapu lumpur yang menutup akses jalan dan pekarangan rumah warga. (fik)

Berita Terkait