IA membeli hadiah ulang tahun untuk dirinya sendiri: senjata api. Semiotomatis. Sekaligus dua buah. Hari itu ia memang sudah boleh memiliki senjata

IA dokter. Ia tidak mau jadi spesialis. Kakak adiknya, 4 orang, sudah menjadi dokter spesialis semua. Mereka pun mendesaknya  agar ia sekolah

SAYA lewat jalan tol Samarinda-Balikpapan lagi. Kemarin. Tidak mampir IKN —ibu kota negara yang baru di Sepaku, Penajam Paser Utara. Saya kasihan

MEILING sudah tahu. Saya tidak bisa ikut ‘upacara setelah makan seperti itu. Terlalu panjang. Terlalu lama. Terlalu malam. Saya harus mengatur istirahat.