Tak Ada Dokter Hewan, Gajah Yani Tidak Tertolong

MATI: Gajah Sumetara bernama Yani, penghuni Kebun Binatang (Bonbin) Bandung dinyatakan mati.

BANDUNG– Seekor gajah Sumetara bernama Yani yang menjadi salah satu satwa penghuni Kebun Binatang (Bonbin) Bandung dinyatakan mati setelah kondisi sempat kritis. “Matinya tadi magrib sekitar pukul enam sore kurang,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Sylvana Ratina, Rabu malam (11/5).

Humas Bonbin Bandung, Sudaryo membenarkan bahwa gajah bernama Yani tak tertolong. Sudaryo mengaku pihaknya sudah berusaha optimal dalam menangani gajah Yani selama sakit. “Selain berkonsultasi dengan dokter, kami juga mencoba berkonsultasi dengan pihak lain untuk menyembuhkan Yani,” ujar Sudaryo saat dikonfirmasi tadi malam.

Dia mengakui, selama setahun ini, Bonbin Bandung tidak memiliki dokter hewan khusus yang senantiasa siaga di lokasi. Beberapa waktu lalu, pihaknya masih memiliki dokter hewan yang siaga. “Namun, dengan berbagai alasan, mereka mengundurkan diri hingga akhirnya tempat wisata itu pun tak memiliki dokter hewan. Kondisi kesehatan Yani semakin memburuk sejak sepekan terakhir,” aku Sudaryo.

Meski begitu, pihaknya hingga kini belum mengetahui pasti sakit yang diderita hewan berumur 40 tahun ini. Jumlah gajah di Bonbin Bandung ada empat ekor dan semuanya Gajah Lampung. Sudaryo mengatakan, berdasarkan pengalamannya, kasus gajah sakit baru terjadi sekarang. “Saya kan baru di sini dua tahun, saya tidak tahu sebelumnya ada atau tidak. Jadi ya jangan dibesar-besarkan,” katanya.

Sudaryo mengatakan, tidak mudah mencari dokter hewan sekarang. Karena, hewan yang dihadapi adalah hewan liar. Berdasarkan informasi dari persatuan dokter hewan, Sudaryo mengatakan, tidak boleh sembarang dokter menangani hewan liar. “Kami bukan tidak mencari dokter hewan, tapi memang sekarang sulit mencari dokter hewan,” terangnya.

Terhadap banyaknya keluhan masyarakat yang memprotes keadaan bonbin sekarang, Sudaryo tidak menyangkal kondisi tersebut. “Ya kalau kita membantah juga buat apa. Ini kan ruang publik, pasti kelihatan,” terangnya. (agp/mur)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait