Tak ada Perubahan, Paslon 01 Unggul di Kabupaten Cirebon

Jokowi-Ma'ruf
Jokowi-Ma'ruf

CIREBON-Pleno rekapitulasi dan penatapan hasil suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Cirebon tuntas semua. Termasuk untuk hasil pilpres. Seperti data-data yang sudah beredar belum lama ini, pasangan calon (paslon) 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Cirebon dari data DB 1 hasil pleno rekapitulasi suara Pemilihan Presiden 2019 tingkat Kabupaten Cirebon, perolehan suara Jokowi- Ma’ruf sebanyak 823.900. Sementara Prabowo-Sandi 449.455 suara. Jokowi-Ma’ruf menguasai seluruh kecamatan, kecuali Gunungjati. Di Kecamatan Gunungjati, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 24.221 suara, Prabowo Sandi 25.399 suara.

Ketua KPU Kabupaten Cirebon DR Sopidi MA mengatakan pihaknya telah menyelesaikan proses pleno rekapitulasi, baik untuk pileg maupun pilpres. Saat ini pihaknya menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melanjutkan proses selanjutnya. “Tinggal menunggu keputusan MK. Misalkan ada yang menggugat melalui MK,” ungkapnya.

KURSI PDIP BERKURANG

Terpisah, menurunnya suara PDIP, direspons politisi PDIP yang kini duduk di DPRD Kabupaten Cirebon, Suherman. Ia menyebut banyak faktor yang membuat jebloknya perolehan suara PDIP pada pemilu legislatif. Yang paling miris, menurut pria yang akrab disapa Anger itu adalah krisis caleg yang terjadi di Dapil 6 yang meliputi Ciledug, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, Waled, dan Pasaleman.

Menurut Anger, sejak dulu PDIP selalu menjadi pilihan utama kendaraan bagi kader ataupun pihak-pihak yang ingin berkarir di politik di Kabupaten Cirebon. Namun hal tersebut tidak terlihat di Dapil 6 karena saat kompetisi jumlah caleg yang ada di dapil tersebut sangat kurang. Bahkan jumlahnya sangat kecil, terutama untuk ukuran partai sebesar PDIP.

“Lihat saja jumlahnya kemarin. Memang ada yang lebih sedikit jumlah calegnya ketimbang PDIP. Tapi kalau untuk ukuran PDIP hanya mengirimkan empat wakil dalam kompetisi, ini jadi catatan. Ada apa? Kesimpulannya terjadi krisis caleg,” ujar Anger kepada Radar Cirebon.

Kondisi tersebut, menurut Anger, menjadi salah satu jebloknya perolehan suara PDIP di Dapil 6 sehingga membuat kursi PDIP berkurang satu. Hal lainnya, lanjut Anger, kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan kepada pimpinan partai.

“Terlalu memilah-milah.  Ada yang duduk di posisi struktural dan merupakan kader sejati sejak lama, tidak dihargai. DPP harus jeli, harus melihat kinerja. Saya menghendaki ada perubahan, terutama di struktur partai,” pungkasnya. (den/dri)