Tak Punya Baperkam, Lahan Kosong Jadi Pusat Kegiatan

Warga RW 06 Suradinaya Utara berupaya menghijaukan kampung dengan program ‘Rumah Pangan Berbasis Masyarakat’. Program itu memanfaatkan lahan kosong yang lama tidak terpakai. FOTO: NOVRILA MAYANG/RADAR CIREBON
Warga RW 06 Suradinaya Utara berupaya menghijaukan kampung dengan program ‘Rumah Pangan Berbasis Masyarakat’. Program itu memanfaatkan lahan kosong yang lama tidak terpakai.FOTO: NOVRILA MAYANG/RADAR CIREBON

CIREBON-Ide ‘liar’ para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Suradinaya Utara O6 a.k.a KASTA 06 akhirnya direalisasikan. Lahan kosong yang lebih dari 10 tahun dibiarkan pemiliknya, dimanfaatkan untuk kepentingan kampung. Membuat ‘Rumah Pangan Berbasis Masyarakat’.

Di luas tanah 700 meter persegi itu warga RW 06 Suradinaya Utara nampak sibuk. Saling bahu-membahu. Sebagian menyiram benih dalam pot plastik, sebagiannya mencoba menggantungkan pot gantung dengan modal botol bekas minuman kemasan. Sisanya juga tak kalah sibuk. Mengecat dinding hingga meratakan tanah jadi aktivitas yang terpantau koran ini.

Di antara yang sibuk itu ada Ketua RW 06 Suradinaya Utara Rudi Santoso M Rahmat Danin selaku Sekretaris KASTA 06 dan Hendra Kusuma selaku Ketua Karang Taruna RW 06 Suradinaya Utara. Hendra yang mulai membuka cerita.

Awal mula memanfaatkan lahan kosong sebagai ‘Rumah Pangan Berbasis Masyarakat’ itu berkat ide salah satu anggotanya yang kuliah di jurusan pertanian. Ide untuk menghijaukan kampung itu pun tercetus. Kemudian ide tersebut pun mulai diseriusi. Warga bahu-membahu mencari dana.

Ya, Hendra mengaku jika pembuatan rumah pangan itu berasal dari kerja keras warganya. Lahan kosong yang saat ini coba dimanfaatkan itu milik salah seorang warga yang tak digunakan lebih dari 10 tahun. “Pemanfaatan lahan tidur lah istilahnya. Kebetulan warga juga setuju, kami manfaatkan lahannya. Maka dari itu kamu buat tidak permanen. Supaya ketika sewaktu-waktu yang punya lahan ingin meminta, kami persilakan juga. Syukur-syukur pemerintah bisa bantu beli lahannya,” terangnya.

Di wilayahnya, Hendra menjelaskan, keterbatasan lahan memang menjadi permasalahan. Maka dari itu ketika memanfaatkan lahan seluas 700 meter persegi itu, ia bersama warga lainnya mencoba untuk memaksimalkan. Bahkan dengan ide-ide dan prospek yang banyak ke depannya.

Selain rumah pangan yang berisi berbagai macam sayuran dan buah-buahan, di lahan kosong itu juga akan disulap menjadi kolam ikan hias dan kolam peternakan lele. Termasuk dengan penempatan bank sampah dan taman bermain anak serta kawasan refleksi bagi lansia. “Akan kami buat sebagai pusat kegiatan warga RW 06 Suradinaya Utara,” ungkapnya.

Di RW 06 Suradinaya Utara ini pun tidak memiliki Baperkam untuk keperluan kegiatan warga. Untuk itu nantinya di lahan kosong itu pun akan dibuat saung untuk berkumpul warga sebagai pengganti Baperkam. “Jadi ketika warga punya kegiatan, ya bisa di sini,” tuturnya.

Rencana pembuatan fasilitas terbuka hijau tersebut juga diungkapkan Sekretaris Karang Taruna RW 06 Suradinaya Utara, M Rahmat Danin. Ia mengatakan masyarakat antusias menunggu hingga prospek rumah pangan dan fasilitas penunjang lainnya. Jika sayur-sayuran dan buah-buahan sudah merekah, bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat juga. Warga bisa membeli sayuran maupun buah-buahan dengan harga yang sangat miring karena menanam sendiri.

Selain murah, juga kualitasnya terjaga. “Dari semua prospek ini yang paling pertama memang rumah pangan ini yang akan launching pada tanggal 23 Maret mendatang. Akan kami undang sekitar 40 warga untuk kita beri edukasi bagaimana penyemaian sampai panen sayuran dan buah-buahan sendiri. Sehingga penghijauan bukan di lahan kosong ini saja, tapi warga juga bisa menanam sendiri di rumahnya. Bibitnya dari kami,” paparnya.

Sementara Ketua RW 06 Suradinaya Utara Rudi Santoso berharap aksi pemuda-pemuda yang dipelopori Karang Taruna RW 06 Suradinaya Utara ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah. “Apalagi jika memang sudah selesai semua ini kawasan ini juga jadi pariwisata lokal. Bisa dikunjungi anak-anak TK atau PAUD atau anak-anak sekolah yang mau belajar tanam-menanam di tengah-tengah kota yang sempit lahan ini. Mudah-mudahan dengan ini bisa menjadi perhatian pemerintah kita,” tandasnya. (myg)