Takut Polisi, Tawuran Pelajar Bubar, 14 Motor Ditinggalkan

Polisi amankan sepeda motor milik dua kelompok pelajar dari dua sekolah berbeda yang terlibat aksi saling serang di sekitar Jalan Perjuangan, Senin (2/9). FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON
Polisi amankan sepeda motor milik dua kelompok pelajar dari dua sekolah berbeda yang terlibat aksi saling serang di sekitar Jalan Perjuangan, Senin (2/9).FOTO: NURHIDAYAT/RADAR CIREBON

CIREBON-Aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di Kota Cirebon. Kemarin, dua kelompok pelajar dari dua sekolah berbeda terlibat aksi saling serang di sekitar Jalan Perjuangan, Senin (2/9). Keduanya terlibat baku hantam sekitar pukul 17.45 atau saat azan Magrib.

Kapolsek Utara Barat Kompol Ali Mashar menuturkan, aksi tawuran tersebut diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat. Saat petugas ke lokasi, para pelajar lari tunggang langgang menghindari kejaran polisi. “Kami datang, para pelaku sudah kabur, tetapi memang ada beberapa motor yang ditinggalkan,” ucap Ali Mashar kepada Radar Cirebon.

Petugas selanjutnya mengamankan sepeda motor yang ditinggalkan pelajar yang melarikan diri. Total terdapat 14 unit sepeda motor yang diamankan dan diduga milik pelajar yang terlibat tawuran. Selain sepeda motor, polisi juga sempat menangkap 6 siswa yang masih berseragam lengkap. “Ada siswa yang diamankan, dari salah satu SMK di Jalan Perjuangan,” ujarnya.

Dikatakan Ali Mashar, berdasarkan informasi yang diterima, terdapat siswa yang mengalami luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Selain itu, ada pula warga yang turut mengalami luka akibat lemparan batu.

Kasat Sabhara Polres Cirebon Kota AKP Bekti Setiawan mengaku hanya mengetahui jika sesaat sebelum kejadian terdapat beberapa siswa yang tengah nongkrong di persimpangan Jalan Perjuangan. Namun ia tidak mengetahui persis dari mana para pelajar itu berasal. “Sekarang (kemarin, red) anak-anak sudah dibawa ke polres berikut 14 motornya, dan mereka masih dimintai keterangan di Satreskrim,” kata Bekti singkat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Deny Sunjaya saat dikonfirmasi, menolak untuk memberikan keterangan. Saat dihubungi melalui ponselnya, Deny tidak mengangkat panggilan yang dilakukan Radar Cirebon. Sedangkan pesan WhatsApp , juga tidak ia balas. (day)

Berita Terkait